Penderita Hidrosefalus Warga Saptosari Semakin Memprihatinkan

Suaragunungkidul.com, Gunungkidul-Karena himpitan ekonomi yang paspasan bocah penderita hidrosefalus Sitikirana 11 Tahun  berasal dari Padukuhan Pringwulung Rt. 06/02, Desa Krambilsawit Kecamatan Saptosari Gunungkidul semakin memprihatinkan.

Menurut keterangan Sumardi 40  Tahun,Ayah dari Siti Kirana dan Jumani 39 Tahun yang merupakan Ibu kandung Sitikirana menuturkan tidak merasakan tanda tanda ketika mengandung bocah tersebut

“ Sebenarnya saat istri saya mengandung istri saya tak pernah cerita ada kelainan dan setelah anak saya lahir kurang lebih berusia satu bulan bocah tersebut mengalami pembengkakan pada kepala” terang Sumardi.

Sumarni menanbahkan bila Sebelumnya pada Tahun 2008 dengan bermodalkan uang hasil menjual tanah dan pekarangan yang laku Rp. 13.000.000 untuk biaya oprasi tidak ada perkembangan Bahkan kondisinya semakin memprihatinkan ” Sebenarnya kita sudah berusaha untuk mencarikan obat bahkan sampai menjual tanah yang laku Rp. 13.000.000 pada tahun 2008 namun tidak ada perkembangan bahkan anak saya kondisinya semakin memprihatinkan,karena memang waktu itu saya belum terdatar sebagai peserta BPJS dan suami hanya buruh bangunan yang berpenghasilan Rp 50.000 tiap hari “ tutupnya.

Saat di singgung terkait ada tidaknya perhatian dari pemerintah keluarga sumarni mengakui sudah dua kali yang pertama hanya survei bedah rumah dan yang kedua belum lama ini namun hanya datang mengantar orang yang tidak dikenalnya, dari kunjungan tersebut tidak ada kelanjutan bahkan bedah rumah yang di harapkan oleh keluarga Sumarni juga tidak lolos.

Diharapkan dengan tulisan ini ada dari para dermawan atau pemerintah daerah bisa turun tangan membbantu kesusahan keluarga sumarni yang saat sedang mendapatkan cobaan dan kekurangan biaya untuk membawa anaknya ke Rumah Sakit.

 

Red/ Yanto.