7 Pengurus Provinsi Mendapat Restu Mendukung Jokowi – Ma’ruf

Suaragunungkidul.com-Beberapa kader Partai Demokrat yang tidak mendukung Prabowo-Sandi Pilpres mendatang akhirnya mendapatkan restu dari DPP Partai. Hal tersebut berdasarkan keputusan bersama, mereka mendapatkan dispensasi.
Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menjelaskan ada 7 DPD atau pengurus tingkat provinsi yang meminta izin mendukung petahana. Dari daftar itu, hanya 4 wilayah saja bisa dimaklumi oleh DPP.

“Ada 7 provinsi yang meminta berkoalisi dengan Pak Jokowi, tapi tidak signifikan, artinya perimbangan suaranya antara 51-49 persen, 52-48 ya. Hanya 4 provinsi yang memang signifikan, tinggi sekali 70 kontra 30, 65 kontra 35 persen yang memang menghendaki mendukung Pak Jokowi, ” kata Ferdinand di Kediaman SBY, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/9).

DPD yang mendapatkan dispensasi karena provinsi tersebut memang basis pendukung Jokowi, seperti Papua. Demokrat mengkhawatiran dampak yang muncul jika DPD diberi sanksi, padahal partai butuh pengurus di daerah untuk memenangkan Pileg 2019.
“Jadi mungkin yang 4 provinsi ini akan kami pertimbangkan dispensasi khusus mengingat kader-kader kami di sana juga tidak boleh jadi kesulitan mencari pemilih bagi dirinya, caleg-caleg kita, ” jelasnya.
Ferdinand tak merinci 4 provinsi tersebut, dia hanya menyebut 2 provinsi di antaranya adalah Papua dan Sulawesi Utara.
“Jadi memang ada salah satu lagi mungkin nanti Sulawesi Utara ya, karena di sana memang juga mayoritas pendukung Pak Jokowi,” ujarnya.Karena dispensasi tersebut, DPD tak mendapatkan sanksi. Dia mencontohkan Gubernur Papua Lukas Enembe yang mendukung Jokowi. “Kalau memang Papua, itu luar biasa ya,. Di sana itu 92 melawan 8 persen, jadi kami memaklumi apa yang disampaikan Pak Lukas Enembe,” ujarnya.
“Tidak ada sanksi, kan saya sudah jelaskan barusan, bahwa memang ada daerah yang akan kami berikan dispensasi khusus, mengingat di sana kader kami pun, seperti Papua, 92 persen menginginkan berkoalisi dengan Pak Jokowi. Kami hormati itu,” pungkasnya.

 

sumber berita Kumparan.com