Dugaan Pembangunan Pasar Di Monopoli Oknum, Kades Ngleri : Pembentukan TPK sesuai Aturan

Playen,suaragunungkidul.com-Dana Desa milyaran yang di gelontorkan oleh pemerintah seharusnya bisa mensejahterakan masyarakat dan bisa mewujudkan pembangunan partisipasi.
namun dengan dana milyaran yang di gelontorkan pemerintah pusat ke Desa justru di duga hanya di jadikan atraksi main sulap yang masyarakatnya tidak tau menau pembangunan di wilayahnya sendiri.

Di duga atraksi sulap tersebut di mainkan semenjak pembentukan tim pengelola kegiatan ( TPK) hingga personel yang di tunjuk hanya sebagai nama yang di pasang tidak di berdayakan hingga pekerjanya hanya sedemikian saja tidak memberdayakan tenaga kerja yang ada di wilayah tersebut.

Dugaan atraksi sulap tersebut di mainkan semenjak pemerintah pusat menggelontorkan anggaran ke desa,
seperti yang baru di laksanakan tahun ini, pembangunan pasar Desa Ngleri Kecamatan Playen yang lokasinya berada di Padukuhan Puntuk Kulon dengan anggaranya mencapai 155.000.000 serta pembuatan Jalan Usaha Tani ( JUT) yang menelan anggaran 68.609.000,dana tersebut bersumber dari APBDes Desa Ngleri tahun 2018, belum termasuk JUT di wilayah Wonolagi.

Pembangunan tersebut di duga hanya bagian dari atraksi main sulap oleh oknum perangkat Desa Suwardi dan satu oknum perangkat desa lain.
Suwardi merupakan Kaur Ekobang dulu,sekarang kasi kesejahteraan desa Ngleri Kecamatan Playen.

Menurut Sutiyono Dukuh Puntuk Wetan rt11/03 yang di temui media Kamis 13-09-2018 menjelaskan,”Praktek seperti ini sudah lama terjadi,TPK terbentuk tetapi oknum ini selalu menjadi bagian dari TPK tersebut,ini sudah di peringatkan oleh BPD,alasanya kalau dua orang ini tidak menjadi bagian dari TPK tersebut di kawatirkan tidak bisa membuat Laporan Pertanggung Jawapan ( LPJ ),itu alasan ketika di peringatkan BPD ” tuturnya.

Sementara Supardal kepala Desa Ngleri dan Suwardi selaku kasi kesejahteraan Desa Ngleri mengaku bahwa pembetukan TPK sudah seduai aturan, “pembentukan TPK sudah sesuai dan terpenuhi semua unsurnya, jika ada anggapan masyarakat yang tidak tahu,sekarang ini bayar barang saja transfer lewat rekening toko tidak seperti dulu langsung bayar” pungkas Suwardi kasi kesejahteraan Desa Ngleri.

Pewarta : priyanto.