Sosialisasi Lomba Meresensi Buku Puisi Esai Digelar Di IAIN Palangka Raya

Palangka Raya, Suaragunungkidul.com -Antusiasme mahasiswa IAIN mengikuti Lomba Resensi Buku Puisi Esai tampaknya cukup menggeliat. Untuk mengakomodasi minat minat mereka, sosialisasi pun digelar di aula FTIK IAIN, Jalan G. Obos Palangka Raya, Jumat, 14 September 2018.

Koordinator Panitia Lomba Menulis Resensi Buku Puisi Esai Kalimantan Tengah, Dr. Imam Qalyubi, didampingi anggotanya, Elis Setiati, M.Hum, dan Lukman Juhara menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya untuk menjelaskan mekanisme lomba sekaligus mengakomodasi minat para mahasiswa yang ingin berpartisipasi serta merasa perlu mendapat motivasi serta informasi yang jelas dan akurat.

“Lomba menulis resensi ini terbuka untuk umum, siapa pun boleh mengikuti kecuali panitia dan penulis buku puisi esai. Peserta dapat meresensi salah satu buku puisi esai atau seluruh buku puisi esai yang dapat diunduh secara daring di Facebook Perpustakaan Puisi Esai Indonesia. Resensi minimal 400 kata dengan huruf Times New Roman ukuran 12. Peserta harus menggunggah resensinya di akun facebook-nya dan menandakan atau mengirimkan juga ke Fanpage Lomba Resensi Puisi Esai Indonesia LPsei. Khusus peserta dari Kalteng juga harus mengirimkannya atau menandai Grup Facebook Puisi Esai Kalteng. Jangan lupa di bawah judul resensi cantumkan nama penulis resensi dan provinsinya. Batas akhir pengiriman resensi adalah 31 Oktober 2018, ” tuturnya kepada sekitar 40-an mahasiswa.

“Secara nasional, para pemenang akan memperebutkan hadiah total 102 juta rupiah. Rincian pemenang adalah sebagai berikut. Juara nasional pertama 23 juta rupiah, juara nasional kedua 15 juta rupiah, juara 10 juta rupiah, dan 10 juara harapan nasional @ 5 juta rupiah. Selain itu, ada 102 juara harapan provinsi @ 1 juta rupiah (ada 3 pemenang dari setiap provinsi),” tambah Imam.

Menanggapi pertanyaan mahasiswa tentang cara menulis resensi buku, panitia menjelaskan bahwa isi resensi meliputi sinopsis, ulasan keunikan keunggulan dan kelemahan, serta simpulan atau rekomendasi. Resensi juga harus mencantumkan identitas buku, seperti judul buku, nama pengarang, penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, dan tebal buku.

“Silakan pilih dan unduh e-book puisi esai. Agar lebih mudah membaca, menikmati dan mengapresiasi bisa dicetak dan dijilid. Jadi, kita bisa lebih fokus membacanya. Setelah membacanya, mulailah menulis resensi. Contoh resensi mudah ditemukan di mana pun, bahkan di akun Fb Lomba Puisi Esai Indonesia-Lpei juga sudah banyak contoh resensi yang dikirim peserta lomba. Namun, ingatlah bahwa peserta harus sportif dan jujur meresensi dan tidak melakukan plagiasi. Yakinlah, bahwa pengalaman menulis resensi terhadap buku puisi esai akan memudahkan kita menulis resensi buku-buku lain di luar sastra, seperti pendidikan, kesehatan, politik, jurnalistik, penelitian, dan motivasi,” tutur Lukman.

“Kami yakin para mahasiswa yang sudah hadir penuh semangat ini pasti bisa menulis resensi. Tidak harus berbakat, yang penting punya minat dan kemauan yang kuat karena sesungguhnya menulis sudah semestinya menjadi kebiasaan kalangan terdidik.  Masih cukup waktu untuk segera mengikuti lomba menulis resensi ini. Tulis sebaik-baiknya dengan memerhatikan kriteria penilaian, yakni kesesuaian judul dan isi resensi, kedalaman ulasan, struktur kalimat, bentuk dan pilihan kata,” tambah Elis menegaskan.

Sosialisasi turut disemarakkan dengan penampilan beberapa mahasiswa yang membacakan puisi. Akhirnya, para mahasiswa yang hadir menyatakan tekadnya untuk mengikuti lomba menulis resensi. Mereka berharap mengikuti dengan mengikuti lomba ini mereka akan memiliki pengalaman membaca, menikmati, mengapresiasi, dan meresensi salah satu buku sastra Indonesia, yaitu puisi esai. Berpartisipasi dalam lomba menulis tentu tidak semata-mata berorientasi menjadi pemenang, tetapi juga yang lebih penting untuk melatih menuangkan gagasan secara jernih dan sistematis dengan bahasa yang baik dan runtut. Selain itu, upaya mengembangkan kebiasaan dan budaya literasi sebagai upaya untuk menguatkan karakter serta memperluas wawasan kebangsaan juga dapat diperoleh melalui kegiatan ini. Semoga. (Wawan)

Open this in UX Builder to add and edit content