Luas Tambah Tanam Bawang Merah Di Gunungkidul Meningkat

Semanu, Suaragunungkidul.com – Petani bawang merah di Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu berhasil mengembangkan bawang merah jenis super philip. Hasilnya cukup menggembirakan, 1 hektar menghasilkan 19 ton bawang merah.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, keberhasilan penanaman bawang merah tidak lepas dari usaha dan upaya warga Kelompok Tani Bogo Kismo, Dusun Kalangbangi Lor B Desa Ngeposari.

“Gotong royong dan guyub rukun merupakan bekal utama petani dalam mengembangkan usaha pertanian,” katanya, Jumat (21/9/2018).

Bambang juga mengatakan, pengembangan bawang merah di Gunungkidul mengalami peningkatan luas tambah tanam. Data menyebutkan pada Tahun 2017 luas tanam mencapai 55 Hektar sementara untuk tahun 2018 meningkat menjadi 150 Hektar lebih.

“Ada perkembangan dari pertanian terutama tanaman semusim salah satunya bawang merah,” terangnya.

Pihaknya mengatakan, bawang merah mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selain dijual matang sebagai bawang goreng, bisa dijual dalam bentuk benih. Namun sebelum menjual petani diharapkan menyisakan bawang merah untuk benih.

“Kami berharap petani khususnya kelompok tani Bogo Kismo semakin maju sehingga mensejahterakan masyarakat maupun petani itu sendiri,” ucapnya.

Kegiatan panen raya Desa Ngeposari ini dihadiri oleh Kepala Desa Ngeposari, Danramil, Kapolsek Semanu, Camat semanu dan Balai Pelatihan Pertanian semanu. (Nurul)