Telingan Anda Berdengung, Mungkin Ini Penyebabnya

Wonosari, Suaragunungkidul.com – Pernah mengalami telinga berdengung “nging?” Sebagian orang mengatakan bila merasakan hal seperti itu pertanda sesuatu, atau ada yang bilang kita tengah dipanggil Rasulullah.

Ustadz Ahmad Azdomatkan menyampaikan dalam ceramahnya, berdasarkan hadist, ketika telinga berdengung dianjurkan untuk menutup telinga seraya bersholawat kepada Rosulullah dan membaca doa “dzakarallahu man dzakaroni bikhoir”.

Sebagian besar masyarakat muslim pun telah melakukan ajaran ini. Namun, tidak ada pernyataan di dalam hadist yang menyatakan bahwa telinga berdengung berarti kita tengah dipanggil oleh Rasulullah sebagaimana apa yang telah dipercayai masyarakat selama ini.

Jika dilihat dari pandangan medis, dilansir dari healthline.com berdenging ditelinga disebut dengan Tinitus. Gangguan yang bisa disebabkan karena cemas, depresi, dan stres ini mengakibatkan terganggunya pendengaran.

Gangguan tinitus bisa dialami siapa saja, disalah satu telinga maupun kedua telinga tapi kebanyakan menyerang orang dewasa.

Dua sifat tinitus, yaitu :
– Tinitus obyektif, berarti bahwa kita dan orang lain dapat mendengar suara tertentu di telinga kita
– Tinitus subyektif, suara yang hanya bisa di dengar oleh kita sendiri.

Penyebab
Kerusakan pada telinga tengah/dalam bisa disebabkan oleh
– Sering mendengar suara keras
– Kekurangan zat besi
– Kotoran telinga menumpuk
– Minuman alkohol/kafein yang berlebihan
– Gangguan aliran darah, seperti tekanan darah tinggi
– Gangguan syaraf

Tips mengatasi

1. Menghindari iritan. Mengurangi hal-hal yang dapat memperparah tinitus seperti suara keras
2. Mendengar bunyian. Mendengarkan bunyi bunyian atau musik yang lembut, suara dengan volume rendah.
3. Mengontrol stres
4. Mengurangi konsumsi alkohol, kafein, apapun yang memiliki efek melebarkan pembuluh darah.

Jadi, jika kita terlalu sering mengalami gangguan tinitus ini sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.Lantas bagaimana dengan bacaan sholawat saat telinga berdenging? Tidak ada larangan, karena sholawat memang bisa dibaca kapan saja.(red)