Hidroponik Cocok Diterapkan Dikawasan Perkotaan

Wonosari, Suaragunungkidul.com – Cara menanam dengan sistem Hidroponik atau yang sering disebut dengan menanam tanpa tanah, tengah digandrungi sebagian masyarakat di Gunungkidul,utamanya kaum ibu.

Selain asyik cara menaman dengan metode ini tidak diperlukan lahan yang luas. Cara ini juga dapat mengasah kreativitas dalam menciptakan media baru untuk bercocok tanam dan utamanya cocok jika diterapkan pada masyarakat perkotaan.

Seperti yang dilakukan masyarakat Dusun Gadungsari, Desa Wonosari. Mereka yang tergabung dalam kelompok “Hidrosari” saat ini sudah beranggotakan 30 orang. Hasil panen dengan cara hidropinik dapat dinikmati lebih cepat dibandingkan dengan penanaman biasa.

Menurut koordinator kelompok Hidrosari, Endang mengatakan, hidroponik yang dipusatkan di Dusun Gedangsari ini merupakan pelatihan dan pendanaan yang bersumber dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yogyakarta melalui Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM).

“Kegiatan hidroponik ini sendiri baru dimulai sejak 24 Agustus 2018 dan sudah satu kali memanen hasil. Ada 9 unit hidroponik diantaranya kangkung, sawi, selada merah, selada hijau, bayam merah dan bayam hijau.”ungkapnya, Selasa (25/09/2018).

Endang juga menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kehendak Bupati Gunungkidul yang meminta langsung kepada Menteri Desa PDTT di acara Rembuk Nasional untuk menindaklanjuti dengan pelatihan hidroponik ini.

“”Kegiatan ini atas permintaan Bupati, dan saya harap kami dapat memanfaatkan dengan maksimal apa yang telah diberikan, sehingga nantinya dapat berkembang tentunya.”katanya.

“Hari Sabtu kemarin kami sudah panen dari beberapa tanaman, hasilnya dijual, dibelikan benih untuk penyemaian lalu ditanam lagi. Alhamdulillah dari desa juga bantu dana mbak,”imbuhnya.(Nurul)

Open this in UX Builder to add and edit content