Destinasi Jembatan kaca Di Gunungkidul

Panggang, Suaragunungkidul.com – baru-baru ini menjadi tempat populer untuk berfoto. Jembatan tersebut menghadap langsung ke laut sehingga menghasilkan pemandangan yang bagus.

Warga sekitar berbondong-bondong ke tempat itu. Hanya dengan Rp 5.000 sebuah foto yang bagus bisa mereka dapatkan. Mereka berfoto di ujung jembatan dengan latar belakang laut. Jembatan tersebut terletak di tepi Pantai Nguluran.

Namun, setelah kurang lebih tiga pekan dibuka untuk umum, jembatan kaca itu ternyata bukanlah tempat wisata yang dikomersilkan. Jembatan yang sejatinya teras rumah itu adalah milik pribadi.

Pemilik tidak tahu bila teras rumahnya itu banyak dikunjungi warga untuk berfoto. Teras yang terbuat dari kaca itu adalah bagian dari bangunan rumah yang belum jadi. Rumah masih dalam tahap pembangunan. Pembangunan teras kaca itu sendiri terinspirasi dari jembatan kaca yang ada di China.

“Iya benar, kami belum ada rencana buka untuk umum. Masih dirundingkan dengan pihak keluarga dulu. Rencana Awal memang hanya digunakan untuk pribadi,” ungkap anak pemilik rumah yang tak ingin identitasnya disebut kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (15/2).

Selain itu, belum ada omongan antara pemilik dan aparat desa setempat bila rumahnya akan dibuka untuk publik.

“Kalau dibuka untuk umum, setidaknya kami sekeluarga sudah komunikasi ke pihak desa. Saat ini masih digunakan untuk rumah tinggal orang tua saya jika sedang berlibur ke Yogyakarta,” jelas anak pemilik.

Soal tarif yang dikenakan kepada warga, pemilik tidak mengetahui hal itu. Pemilik juga tidak mendapat bagian sepeser pun dari uang yang telah terhimpun.

“Dari oknum kemarin, diberikan tarif 5 ribu per orang,” sebut pemilik.

Setelah ramai dikunjungi warga, ada kabar teras kaca itu kini telah retak. Hal tersebut dibantah oleh pemilik, menurutnya jembatan tersebut bukan retak tetapi pecah.

“Untuk keretakan itu tidak ada, tapi pecah setelah saya cek lagi. Kebetulan yang pecah itu di bagian dindingnya,” sebut dia.

Soal oknum yang mengkomersilkan teras kaca itu, pemilik mengaku sudah mengetahui identitasnya. Oknum tersebut adalah pekerja yang membangun rumahnya. Namun, permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Beberapa warga setempat sebelumnya menginformasikan kepada pemilik, tempat itu sudah dibuka hampir tiga pekan. Kini, teras kaca itu telah ditutup untuk umum. Proses pembangunan pun masih dilanjutkan.

Sementara itu, dari Kepala Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Gunungkidul, Aris Sugiantoro, menyarankan kepada pemilik untuk segera mengurus izin terkait pembangunan dan lain-lainnya.

Sumber Kumparan.com