Harga Gaplek Gunungkidul Melambung Tinggi

Wonosari, Suaragunungkidul.com – Harga gaplek (singkong kering) di wilayah Kabupaten Gunungkidul melambung tinggi.
Kenaikan ini mencapai harga tertinggi sepanjang musim. Hasil panen petani singkong yang mengalami kegagalan di sejumlah wilayah menjadi penyebab kenaikan tersebut. Secara jumlah hasil panen menurun.

Sugeng, Pengurus di Gudang Gaplek 77 Sambirejo, Semanu, saat ditemui Suaragunungkidul.com Rabu (03/10) mengatakan kenaikan ini dipicu oleh cuaca hujan dan banjir saat masa tanam akhir 2017 dan awal 2018 lalu sehingga jika terlalu banyak kandungan air, maka kualitas panen kurang baik, bahkan bisa gagal panen. Selain itu, menurutnya kenaikan merupakan dampak dari naiknya dollar AS.

Sugeng mengatakan kenaikan harga Gaplek saat ini bisa mencapai Rp 4000/kg,”Harga normal biasanya saya beli di kisaran Rp1.600 sampai Rp1.800 per kilogram, untuk saat ini saya beli bisa sampai Rp3.800 sampai Rp 4.000 per kilogram kualitas A, itu aja ambil untung mepet banget,” ujarnya.

Sedangkan untuk gaplek kualitas B, harga di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.5000 per kilogram ada kemungkinan harganya juga naik. Sugeng mengaku produksinya saat ini mengalami penurunan pesanan. Biasanya gaplek produksi tersebut dijual lagi ke sejumlah wilayah Gunungkidul bahkan sampai ke luar kota kebanyakan untuk pangan ternak.

Sementara itu, Danang salah seorang petani warga Desa Logandeng memaparkan bahwa saat ini, ia memilih untuk tidak menjual hasil pertaniannya. Lantaran sedikitnya hasil panen, gaplek diolah untuk pangan binatang ternak miliknya.
Menurut Danang, menurunnya hasil panen disebabkan musim kemarau panjang yang melanda Gunungkidul tahun ini sehingga umbi belum membesar, “Musim kemarau yang panjang tahun ini, hujan terakhir di Gunungkidul bulan April 2018,” tutupnya. (NL)

Open this in UX Builder to add and edit content