Panen Melimpah, Bawang Merah Murah Meriah

Playen, Suaragunungkidul.com – Bila harga gaplek atau singkong kering mengalami kenaikan yang signifikan, berbanding terbalik dengan harga bawang merah saat ini.

Anjlognya harga bawang merah mengharuskan Petani Kelompok Tani Dadi Makmur Padukuhan Glidag, Desa Logandeng, Kecamatan Playen Gunungkidul menghela napas panjang dan pasrah. Merosotnya harga sudah sejak beberapa bulan dan menjadi keluhan para petani.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala kelompok tani Dadi Makmur, Triyono, Rabu (03/10/2018).
“Memang sudah rumus dari dulu, panen melimpah harga murah, petani tidak bisa mematok harga perkilo harus sekian rupiah, saat ini harga kisaran Rp10 ribu sampai Rp 15 ribu per kilonya,” keluhnya.

Dengan kondisi seperti ini petani terpaksa menimbun bawang merahnya untuk dijadikan bibit. Siasat ini dilakukan lantaran harga bisa lebih tinggi nantinya ketika hasil panen mulai berkurang.

“Perawatan serta ketersediaan pupuk baik sehingga hasil panen kali ini kualitasnya juga baik. Hasil panen 18 ton untuk lahan 1 hektar” katanya.

Sementara Sutini, pedagang bawang merah di Pasar Playen, Kabupaten Gunungkidul mengungkapkan, murahnya harga jual bawang di pasaran disebabkan tidak seimbang antara sedikitnya permintaan bawang merah dengan pasokan bawang merah yang melimpah dari petani, “Pembeli sepi mbak, padahal hasil tani banyak,” ungkapnya.

Sementara itu Bambang Wisnu Broto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengatakan panen di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul kali ini tergolong baik, mendekati target yang sudah ditentukan.
“Rata-rata hasil panen sudah mencapai 17,5 ton per hektare, target sebelumnya 18 ton, ini sudah bagus sekali,” ungkapnya. ( NL)