Gantung Diri Menjadi Pilihan Pemuda Baleharjo, di Duga Karena Depresi

Wonosari, Suaragunungkidul.com – Awal bulan Oktober 2018 kembali Kabupaten Gunungkidul digemparkan dengan adanya seorang pemuda dari Desa Balearjo ditemukan meninggal gantung diri di kamar,06/10/3018 kejadian yang dilakukan Bagas Tyas Pamungkas 21 tahun sangat memukul perasaan kita semua karena pemerintah Gunungkidul sedang giat mengantisipasi kasus gantung diri di Wilayah Gunungkidul.

Kejadian gantung diri menjadi tragedi yang belum mampu di pecahkan oleh pemerintah kabupaten Gunungkidul yang dilkakukan anak muda di Balearjo, pertama kali di ketahui oleh Suparti ibu kandung korban sekitar pukul 6.30 wib saat sang ibu akan memberi susu dan makanan kepada korban, namun pintu kamar di ketuk beberapa kali tak ada respon dari dalam kamar, curiga lantaran tak ada respon Suparti memanggil kakak korban untuk membangunkanya, karena di anggap korban masih terlelap dalam tidurnya.

Kaget bukan kepalang saat pintu di buka kedua wanita tersebut mendapati Bagas dalam kondisi sudah tergantung kaku dengan kaki setengah terlipat ke lantai, Shok dengan pemandangan didepan mata keduanya berteriak minta tolong kepada tetangga di sekitarnya.

Kapolsek Wonosari melalui Kasi Humas Polsek Wonosari Aiptu Sudiono menjelaskan apabila kejadian tersebut dilaporkan oleh warga sesaat setelah aksi tersebut dan pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan maupun oleh TKP, sekaligus membawa team kesehatan dari Puskesmas Wonosari dan RSUD Wonosari.

” Laporan kami terima dari warga sesaat setelah kejadian lalu kami langsung meneejunkan anggota bersama petugas Puskesmas dan RSUD Wonosari dan hasil dari pemeriksaan tersebut tidak di temukan tanda – tanda penganiayaan sehingga berkesimpulan ini murni Gantung diri,” jelasnya.

Sidiono juga menambahkan bila beberapa hari ini korban depresi dan tidak mau mengkonsumsi obat, bahkan 4 bulan terakhir korban menjalani perawatan dokter ahli kejiwaan bahkan 2 bulan terakhir korban mengkosumsi obat harus di campur dengan makanan karena bila di kosumsi langsung korban tidak mau, ” Menurut keterangan keluarga bahwa korban 4 bulan ini di ramat oleh dokter spesialis kejiwaan bahkan 2 bulan ini korban tidak mau langsung kosumsi obat melainkan dengan di campur makanan, ” pungkasnya.

Saat ini korban sudah di serahkan pihak keluarga untuk di makamkan, sementara BhabinkamtibmasDesa  Balearjo saat di mintai pendapatnya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa karena diwilayah hukumnya sudah terjadi dua kalu bulan ini, walau kasus yang satunya bisa di selamatkan, ” Saya akan coba koordinasi dengan pihak Desa Balaerjo, karena di wilayah hukum saya kasus ini sudah yang ke dua, ” tutupnya. ( Wawan )