Embung Nglanggeran Kering, Tidak Mengurangi Antusias Pengunjung

Wonosari, suaragunungkidul.com-Kondisi embung ngelanggeran saat ini mengalami kekeringan yang pada dasarnya embung ngelanggeran pusat menampung air hujan yang bertujuan di musim kemarau dapat mengairi tanaman kelompok petani yang berada di sekitar wilayang embung ngelanggeran.

Namun tidak hanya menampung air hujan untuk mempercepat pengairan embung, yaitu di salurkannya pula pipa ke pusat mata air yang beradi di kampung Pitu yaitu di atas gunung api purba. Namun untuk saat ini belum ada pertanda musim hujan pengairan dari sumber mata air di sumbat bertujuan air yang tersedia untuk memenuhi kbutuhan masyarakat terlebih dahulu.

Untuk pengunjung masih setabil karena ada beberapa pengunjung berdatangan karena tidak hanya ingin melihat saat embung terisi air, namun ada pula wisatawan yang ingin melihat embung saat kering tidak terisi air mereka memiliki rasa penasaran tersendiri dan edukasi manfaat embung ngelanggeran.

Saat konfirmasi 11/10/2018 Mursidi ketua pokdarwis mengatakan, “bukan karena kekeringan akibat kemarau tetapi sengaja saluran air embung di sumbat selain tujuannya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk membersihkan dasar embung itu sendiri karena sudah hampir 5 tahun belum ada pembersihan di takutkan jika lumpur tidak di bersihkan akan menyumbat saluran air untuk penyiraman tanaman di sekeliling embung”, Jelasnya

Embung ngelanggeran yang tidak hanya menyuguhkan keindahan embungnya namun banyak spot-spot yang di suguhkan seperti hentangan bebatuan gunung api purba untuk pusat pemburu sunset. (Uus)