Ngatiminarto ” Pembatasan PNS Usia 35 Tahun Mencidrai Pengabdian GTT, “

Wonosari, Suaragunungkidul.com – Pro kotra dengan tuntutan Guru Tidak Tetap ( GTT ) dan Pegawai Tidak Tetap ( PTT ) melakukan mogok mengajar dan mogok kerja menuai tanggapan beragam dari masyarakat, dari berbagai suara yang berkembang melalui sosial media, twiter, intragram dan dunia nyata masih ramai membahas isu tersebut.

Anggota DPRD Kabupten Gunungkidul dari Fraksi Partai Demokrat Ngatiminarto saat di mintai pendapat terkait mogok mengajar dan mogok kerja oleh GTT dan PTT 15/10/2018 diruang kerjanya secara tegas menilai bahwa pembatasan usia pengakatan PNS 35 tahun mencidrai pengabdian mereka, ” Pembatasan usia 35  tahun pengangkatan PNS/ASN sangat mencidrai pengabdian mereka,” tegasnya.

Ancaman mogok kerja oleh GTT dan PTT mulai beredar di masyarakat beberapa hari lalu saat mereka menggelar aksi damai terbuka menuntut agar mereka tidak dianak tirikan karena mereka sudah berjuang dan mengabdi berpuluh – puluh tahun, dari sikap itulah akhirnya muncul tanggapan beragam dari masyarakat.

Ngatimin menambahkan mendukung sepenuhnya aksi yang dilakukan oleh GTT dan PTT dalam menuntut haknya  asalkan untuk kemajuan pendidikan di Gunungkidul, ” Asal demi kebaikan dan kemajuan pendidikan di Gunungkidul, mogok mengajar seharusnya difikirkan juga efek terhadap anak – anak jangan sampai mereka jadi korban, dan para guru honorer jangan dianggap hanya mementingkan diri sendiri,” pungkasnya.

Mogok mengajar para GTT dan PTT di Gunungkidul akan di mulai tanggal 15 – 31 Oktober 2018, dan hasil survey di beberapa sekolah negeri kegiatan belajar menganjar masih normal dan kondusive. (wawan)