Wali Murid Mengeluh Iuran Jalan, GTT dan PTT Tetap Mogok

Tanjungsari, Suaragunungkidul.com – Pro kontra terhadap mogoknya Guru Tidak Tetap ( GTT ) dan Pegawai Tidak Teatap ( PTT ) yang bakal di mulai 15 – 31 Oktober 2018 berbuntut panjang akibat mogoknya para pengajar tersebut menimbulkan permasalahan baru.

Wali murid merasa apa yang dilakukan oleh para guru honor untuk mogok kerja mengganggu aktifitas belajar mengajar dikarenakan selama ini wali murid rela dengan ikhlas menyumbang untuk membantu kesejahteraan mereka, salah satu wali murid SD Menthel 1 yang namanya wanti – wanti untuk di rahasiakan merasa bahwa mogoknya para mengajar jelas merugikan anak didik.

” Selama ini wali murid sudah berusaha untuk mengikuti keinginan komite dan pihak sekolah untuk membantu kesejahteraan Guru,bukan masalah ikhlas atau tidak ikhlas tapi sebagai tanggung jawab tidak seharusnya mereka mogok,” jelasnya.

Perlu di ketahui SD Menthel 1 Desa Hargosari, Tanjungsari mempekerjakan banyak guru honor demi memenuhi kebutuhan guru di sekolah tersebut dari kurangnya tenaga pengajar Komite dan wali murid sepakat untuk menambah kesejahteraan mereka dengan cara infak sehingga wajar ketika kepercayaan wali murid yang begitu tinggi namun oleh guru honorer disalah gunakan untuk mengikuti mogok mengajar.

Sampai berita ini di lansir belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dari komite, ketua komite saat di temui dikediamanya tidak berada di tempat.( Wawan )