Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Wonosari, suaragunungkidul.com, – 16/10/2018, 16:14 WIB Bupati Gunungkidul, Badingah (Jilbab) menunjukkan Anugerah Kihajar Bupati Gunungkidul,  Yogyakarta, mengklaim sudah siap melaksanakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Hal ini karena sejak tahun 2012, Pemkab Gunungkidul sudah merencanakan Sistem Informasi Desa (SID) dan diluncurkan tahun 2017 lalu. Jika merujuk dari https://bpptik.kominfo.go.id, perpres sudah bisa diunduh sejak 12 Oktober lalu. Sekda Gunungkidul Drajat Ruswandono menyampaikan, Gunungkidul merupakan daerah yang sudah menyiapkan sarana dan prasarana terkait SPBE. Sebab, sejak tahun 2012 lalu, Bappeda sudah menyiapkan konsep SID sejak 2012 lalu, dan diluncing tahun 2017.
Saat ini, semua desa memiliki domain desa yaitu “nama desa-kecamatan.desa.id” SID ini untuk mendukung pengelolaan sumber daya berbasis komunitas tingkat desa. SID terintegrasi dengan Sistem Informasi Kabupaten (SIK). “Integrasi ini diharapkan bisa menyajikan data valid yang berasal dari masyarakat,” katanya saat ditemui di Kantor Pemkab Gunungkidul, Selasa (16/10/2018). “Saya bisa katakan, Gunungkidul merupakan satu-satunya kabupaten (di DIY) yang desanya memiliki website sendiri,” ucapnya.
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya terus mendorong agar setiap desa memperbarui sistem datanya. Sehingga nantinya datanya akan terkoneksi ke kecamatan, dan kabupaten. “(Datanya) real time siapa yang meninggal, siapa yang sakit, nanti dilink-kan ke tingkat kecamatan,” ucapnya. Advertisment Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menambahkan, dari pantauannya saat ini dari 144 desa yang ada di Kabupaten Gunungkidul, ada 25 persen laman webnya aktif, 40 persen normal, dan sisanya masih kurang atau 35 persen.
Diakuinya, ada beberapa permasalahan diantaranya blank spot (tidak ada sinyal) dan sumber daya manusia (SDM) yang kurang bersemangat dalam meng-update. Pemerintah terus berupaya meningkatkan infrastruktur yang dipergunakan untuk pengembangan SID, termasuk di dalamnya dalam Organisasi Perangkat daerah (OPD). Pemerintah sedang membangun fiber optik sehingga ke depan seluruh desa sudah terkoneksi dengan kabel berkecepatan tinggi itu. Saat ini, yang tidak terjangkau fiber optik masih menggunakan wireless. “Nanti ke depan kami akan mengkaji mengadakan lomba SID, sehingga bisa meningkatkan semangat. harus ada apresiasi,” ucapnya.
Bupati Gunungkidul Badingah menambahkan, dirinya baru saja menerima Anugerah Kihajar. Anugerah itu diberikan kepada gubernur, bupati / walikota sebagai penghargaan daerah yang berperestasi dalam pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pendidikan. Anugerah Kihajar 2018 diberikan kepada 16 kepala daerah yang terdiri dari 5 gubernur, 7 walikota dan 4 bupati. Anugerah Kihajar tahun 2018 ini dihelat dengan tema Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan Dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Diharapkan, hal ini dapat menjadi tolak ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Gunungkidul. Sehingga nantinya penyerapan teknologi lebih mudah didapatkan oleh para siswa. “Ini membuktikan bahwa Gunungkidul sudah siap dengan teknologi informasi. Kami akan terus tingkatkan,”ucapnya.

sumber Kompas.com