Tahun 2019, Kuota SNMPTN Dikurangi dan SBMPTN Ditambah.

Wonosari, suaragunungkidul.com-
Kementian Riset teknologi dan pendidikan tinggi mengubah formasi kuota seleksi penerima mahasiswa baru 2019. Kuota untuk jalur SNMPTN (selekai nasional masuk perguruan tinggi nasional) berkurang 10℅ menjadi minimal 20℅ sedangkan untuk SBMPTN (seleksi bersama masuk PTN) di tambah 10℅ menjadi minimal 40℅ untuk jalur mandiri tetap maksimal 30℅.
Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, pengurangan kuota jalur SNMPTN dilakukan sesuai hasil evaluasi penerimaan mahasiswa tahun ini. Menurut dia, hanya 20% nilai IPK dari mahasiswa dari jalur SNMPTN yang di atas rata-rata.
“Yang nyambung antara nilai rapor dan IPK hanya 20 persennya saja,” kata Nasir dalam sosialisasi Formasi Penerimaan Mahasiswa Baru PTN 2019, di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Senin 22 Oktober 2018.
Sejumlah siswa mengikuti SNMPTN.
Perubahan formasi tersebut dilakukan setelah 2 tahun menerapkan formasi minimal 30% untuk masing-masing jalur SNM/SBMPTN dan maksimal 30% jalur Mandiri. Kuota untuk jalur SNMPTN atau penelusuran prestasi ini terus berkurang, pada 2016 mencapai minimal 40%.
Ia menjelaskan, dengan komposisi 20:40:30, berarti ada 10% kuoata tersisa untuk menggenapkan 100% kuota. Menurut dia, 10% kuota yang tersisa itu tak boleh dialokasikan pada jalur Mandiri.
Pada 2018, siswa yang lulus SNMPTN sebanyak 110.846 orang. Lima besar provinsi yang meluluskan siswanya  melalui jalur penelusuran nilai  ripos ini, yakni Jatim ( 14.518 siswa ) Jabar (11.519 siswa) Jateng (9.204 siswa) Sumut (8.079 siswa) Aceh (5.282 siswa) mekanisme pendaftaran masuk PTN.
Untuk SBMPTN tes tidak akan lagi digelar serentak di masing-masing kampus tujuan. Para calon mahasiswa jalur tersebut harus mengikuti ujian tulis berbasis komputer yang diselenggarakan lembaga tes masuk perguruan tinggi ( LPMPT).( Uswatun ).