Ironis….Membayar Rumah Sakit Dengan Sertifikat Tanah, Bukan Milik Sendiri.

Nglipar, Suaragunungkidul.com – Kecelakaan maut di Batusari Ngawen yang memakan korban meninggal dunia 5 orang dan 8 orang masuk rumah sakit karena mengalami luka cukup parah menyisakan banyak cerita memilukan karena tidak memiliki BPJS dan tidak mendapat santunan dari Jasa Raharja terpaksa menggunakan sertifikat tanah untuk membayar biaya rumah sakit.

Sebagai rasa tanggung jawab keluarga almarhum Ki Tukimin Mento Suwarno harus meminjam sertifikat tanah milik besan untuk jaminan di RSI Klaten,hal tersebut terungkap lewat Postingan Slamet Harjo tetangga satu RT yang terus mengikuti perkembangan para korban meninggal maupun yang saat ini masih dirawat secara intensive di RSI Klaten karena luka yang di derita para korban cukup parah.
Saat di hubungi melalui jaringan telpon 26/10/2018 Slamet, SPd, MM sekaligus pemilik akun Slamet Harjo terkait informasi tersebut membenarkan bahwa keluarga almarhum Ki Tukimin Mento Suwarno membayar biaya rumah sakit menggunakan Sertifikat tanah lantaran almarhum tidak memiliki biaya,BPJS dan tidak mendapat santunan dari Jasa Raharja, ” Benar Keluarga Ki Tukimin Mento Suwarno, karena tidak punya BPJS dan Jasa Raharja,juga tidak memiliki jaminan lain sehingga murni biaya sendiri,” jelasnya.
Slamet juga menambahkan bila kejadian tersebut seharusnya menjadi perhatian Pemerintah daerah karena kejadian tersebut dialami oleh masyarakat miskin yang perlu dilindungi sehingga pemerintah daerah bisa membuat MOU dengan Pemda tetangga terkait pemanfaatan JAMKESOS,juga berharap agar pemerintah daerah bertanggung jawab atas kualitas jalan yang pembangunanya asal – asalan.
” Harusnya Pemda perduli terhadap warga miskin yang sedang tertimpa musibah ini, untuk mengantisipasi terulang lagi kejadian yang sama Pemda harus membuat MOU dengan Pemda tetangga pemanfaatan JAMKESOS, Pemda juga harus bertanggung jawab atas pembangunan jalan raya yang terkesan asal – asalan, sehingga mengakibatkan pengguna kecelakaan,” tutupnya.( wawan )