Komisi D DPRD Gunungkidul Audensi Dengan Perwakilan PWBM se-Gunungkidul.

Wonosari,Suaragunungkidul.com – Komisi D DPRD Gunungkidul kedatangan tamu dari Persatuan Wiyata Bakti Madrasyah ( PWBM ) se-Gunungkidul dan diterima langsung oleh ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Kriswanto,S.Ag didampingi Wakil Ketua Komisi D Wahyu Pradana Ade Putra,S.Psi dan anggota Komisi D Ngatiminarto 30/10/2018 di ruang sidang utama DPRD Gunungkidul.

Dalam audensi tersebut perwakilan dari PWBM menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan yang mereka rasakan masih sangat kurang juru bicara PWBM Widayati,S.Pd I secara blak – blakan mengatakan bila dari 692 anggota PWBM yang sudah lolos terdaftar di kementrian Agama merasa kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah pada hal mereka juga seperti pendidik umum yang lain yaitu ikut mencerdaskan bangsa.
” Selama ini kami merasa keberadaan kami ga pernah dianggap pada hal kami juga seperti pendidik umum yang lain ikut mencerdaskan bangsa,dari 692 anggota PWBM yang terdaftar di kementrian Agama selama ini merasa tak pernah di perhatikan,” terangnya.
Audensi berlangsung sangat cair karena apa yang disampaikan oleh perwakilan PWBM dari masalah kecil sampai yang berat langsung mendapat tanggapan dari ketiga Dewan yang sore itu menerima,poin penting yang benar – benar akan disampaikan ke pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan menjadi perhatian khusus adalah soal kesejahteraan.
Wakil ketua komisi D Wahyu Pradana Ade Putra saat ditemui terpisah usai menerima audensi secara tegas mengatakan bahwa anggaran ada jadi wajib bagi pemerintah daerah untuk mengabulkan permintaan mereka bahkan kami akan memperjuangkan tambahan bagi mereka 1.000.000,- per bulan.
” Pastinya kami akan perjuangkan karena anggaranya ada dan kami akan mendesak pemerintah daerah untuk menambah kesejahteraan mereka 1.000.000,- per bulan,” tegasnya.
Sekitar pukul 16.00 wib audensi baru selesai dan dilanjutkan foto bersama antara perwakilan PWBM dengan pimpinan dan anggota komisi D, senada dengan Ade anggota komisi D Ngatiminarto juga berjanji akan mendesak pemerintah daerah untuk mengabulkan tuntutan mereka,” Ya komitmen kita sama seperti yang sudah kita sepakati dalam audensi 1.000.000,- per bulan layak untuk pengabdian mereka,” tutup Ngatimin.(wawan)