MGMP Bahasa Indonesia SMA/MA Siap Susun Soal Ulum dan USBN

 

Palangka Raya,Suaragunungkidul.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA/ MA Kota Palangka Raya menggelar pertemuan di SMA Muhammadiyah 1, Jalan R.T.A. Milono, Rabu, 31 Oktober 2018. Selain bersilaturahmi, komunitas yang beranggotakan sekitar 45 guru ini sekaligus menggelar agenda, yakni penyusunan Soal Ulangan Umum (Ulum) Semester dan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2018/ 2019.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA/MA, Jaya Kusuma, S.Pd., menyampaikan bahwa agenda ini penting untuk mengakomodasi minat para guru Bahasa Indonesia SMA/MA untuk bekerja sama dan berpartisipasi serta saling berbagi.
”Mengingat makin dekatnya pelaksanaan Ulangan Umum Semester Ganjil yang akan jatuh sekitar awal Desember, kita akan segera menyusun kisi-kisi dan soal. Soal-soal yang kita susun mengacu Kompetensi Dasar seperti yang tercantum dalam Permendikbud No. 24 tahun 2016. Penyusunan soal USBN sementara masih mengacu pada kisi-kisi USBN 2018 karena sambil menunggu diterbitkannya kisi-kisi USBN/UN 2019 oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sengaja kita akan memulai menyusun soal USBN lebih awal agar punya cukup waktu untuk mengoreksi dan merevisi sehingga akan lebih siap digunakan dengan baik yang diperkirakan awal April 2019,” katanya.

Kesepakatan penugasan bersama pun segera diambil. Penyusunan Soal Ulum Semester Ganjil dibagi dalam beberapa tim. Ada tim penyusun soal Bahasa Indonesia (wajib) kelas X, XI, dan XI, tim penyusun soal Bahasa dan Sastra Indonesia (peminatan) kelas X, XI, XI, dan tim penyusun soal USBN.

“Untuk memudahkan kerja sama, pembagian tugas tim ini menyesuaikan dengan tugas guru mengajar di kelas. Misalnya guru yang mengajar di kelas X bertugas menyusun soal untuk kelas X. Guru yang mengajar di kelas XI menyusun soal kelas XI. Begitu juga untuk yang mengajar di kelas XII akan menyusun soal Ulum kelas XII. Untuk penyusunan soal USBN juga kita berikan kesempatan utama kepada guru yang mengajar di kelas XII. Meskipun demikian, kita tetap memberikan kesempatan kepada semua guru di kelas X dan XI untuk turut berkontribusi dalam penyusunan soal USBN. Nanti soal-soal itu akan kita seleksi, koreksi, dan revisi bersama-sama. Guru-guru juga kita berikan kebebasan untuk menyesuaikan atau memodifikasi soal yang disusun bersama dengan mempertimbangkan kemampuan siswa dan kesiapan sekolahnya masing-masing. Jadi, sifatnya fleksibel saja. Silakan rekan-rekan yang berhalangan hadir tetap bisa bergabung dengan tim yang telah dibentuk. Mudah-mudahan dalam pertengahan November 2018 untuk soal Ulum dan untuk soal USBN bulan Februari 2019 sudah tertuntaskan,” harapnya optimistis. (L.J/wawan)