Bukan Sekedar Janji Tapi Aksi, Itulah Cara Slamet, SPd,MM, Melayani Masyarakat.

Tanjungsari,Suaragunungkidul.com – Politikus senior yang saat ini masih duduk di kursi Dewan DPRD Provinsi dan akan kembali maju untuk periode ke 2 dari dapil yang sama Gunungkidul dari Partai Golkar menjadi salah satu politikus yang layak untuk menjadi pilihan warga Gunungkidul, sepak terjangnya di dunia politik sudah mumpuni dan dalam kondisi apapun tetap turun ke rakyat untuk membuktikan bahwa tidak semua politikus itu hanya umbar janji tanpa aksi.

Terbukti aksi Slamet,SPd,MM di masyarakat selain membantu berbagai hal terkait urusan pemerintahan, rumah sakit, dan aktive di sosial media Slamet juga berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat dari pertanian,peternakan, dan kekeringan yang saat ini sedang melanda Kabupaten Gunungkidul, Salah satu bukti kepedulian Slamet, SPd,MM adalah berbagi air bagi warga terdampak kekurangan air.
Dua kecamatan yang hari ini,03/11/2018 di sasar bantuan air bersih oleh Slamet SPd,MM adalah Tanjungsari dan Tepus, hal itu di ungkapkan team sukses Slamet,SPd,MM Sarjono ditemui saat menyerahkan bantuan air bersih di Pakel Hargosari, Tanjungsari,” Target beliau bukan berapa tangki tapi waktu yang beliau batasi, misalnya pukul 16.00 wib harus selesai kalau memang bisa 10 tangki ya sampai jam segitu harus sudah selesai,” jelasnya.
Sebelumnya politikus asal Nglipar tersebut juga sudah membagikan air di beberapa lokasi di wilayah Gunungkidul, selain itu juga beberapa tempat sudah mendapatkan bantuan pompa air untuk mempermudah masyatakat mengangkat air dari debit yang lebih dalam seperti di Kecamatan Semin,Purwosari,Panggang dan tempat lain yang mengajukan bantuan ke RUMAH ASPIRASI SLAMET,SPd,MM sebuah rumah untuk aktivitas team dan relawan yang berada di Nglebak,Katongan Nglipar.
Saat di hubungi melalui Hand phone Slamet, SPd,MM secara singkat hanya menjelaskan bila bantuan yang ia berikan semata karena kepedulian dirinya dengan masyarakat Gunungkidul,” Sebenarnya bantuan yang kami berikan ikhlas lahir batin, sebab ini bantuan juga bukan murni dari saya pribadi tapi banyak pihak yang perduli cuma melalui saya membantunya, bahkan ada yang menyebut dirinya Hamba Allah segala, ya kebetulan saya seorang politikus jadi apa – apa dikaitkan dengan Politik, tapi ya ga apa – apa nilai pahalanya kan ga hilang, kecuali saya ngaku milik sendiri itu baru saya yang dosa,”tutupnya.(wawan)