Salah Satu Cara Antisipasi Bunuh Diri, Warga Bunuh Diri di Makamkan Tak Lazim.

 

Tanjungsari, Suaragunungkidul.com – Hal tersebut dilakukan oleh warga pedukuhan Kayu Bimo Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari beberapa waktu lalu setelah menemukan salah satu warga meninggal dunia dengan tidak wajar atau gatung diri, yaitu Pawiro Karno 90 tahun jenazahnya oleh warga setempat langsung dibalut dengan tikar tanpa di kafani bahkan tidak disucikan terlebih dahulu.
Menurut keterangan Dukuh Kayu Bimo Sutino bahwa proses pemakaman tak lazim ini merupakan kesepakatan bersama antar warga khususnya kasus bunuh diri, hal tersebut di lakukan sebagai saksi sosial bagi warga lain agar tidak melakukan perbuatan yang sama karena warga beranggapan pelaku bunuh diri tidak pantas untuk di sucikan.
” Dulu sekitar 3 tahun lalu ada warga kami yang gantung diri dan prosesi pemakamanya disucikan dulu, namun di tengah – tengah warga malah jadi polemik dan gejolak warga jadi kita putuskan untuk saat ini bila kejadian serupa terulang lagi ya kita lakukan seperti sekarang,” jelas Sutino.
Sutino menambahkan bahwa  pemakaman pelaku gantung diri Pawiro Karno pada beberapa hari lalu menggunakan kesepakatan tersebut,Sutino juga mengatakan tidak ada penolakan dari pihak keluarga maupun masyarakat setempat.
” Saya yang bicara dengan pihak keluarga,dan keluarga mempersilakan untuk dimakamkan seperti itu, sepertinya di kampung lain di Kecamatan Tanjungsari juga melakukan hal sama, kebetulan saja gantung diri ini terjadi di pedukuhan Kayu Bimo,” tutupnya.
Namun dari penelusuran wartawan Suaragunungkidul.com ke sejumlah warga diluar pedukuhan Kayu Bimo terjadi pro kontra pemakaman Pelaku bunuh diri dengan cara tak lazim tersebut,karena menurut keterangan warga bahwa tempat yang digunakan untuk gantung diri beserta barang – barang milik pelaku bunuh diri turut dibersihkan dengan cara dibakar sehingga harusnya yang di makamkan sesuai agama yang dianut pelaku.
Sementara salah satu keluarga pelaku bunuh diri Murwanti saat di mintai pendapatnya menyetujui karena memang sudah menjadi kesepakatan bersama antar warga Pedukuhan Kayu Bimo.
” Keluarga nurut saja apa yang disarankan pak Dukuh, karena meninggalnya tidak wajar atau bunuh diri sebaiknya tidak disucikan dan dimakamkan seperti itu,kalau di tanya ikhlas ya ikhlas saja,” ujarnya.(wawan).