Siapa Menikmati Pesatnya Pariwisata,Saptosari dan Tanjungsari Termiskin di Gunungkidul.

 

Wonosari, Suaragunungkidul.com – Pemprov DI Yogyakarta dan Badan Pusat Statistik ( BPS ) beberapa saat telah merilis data terkait katogori wilayah Termiskin di Gunungkidul dan 3 kecamatan di gunungkidul memiliki predikat tingkat kesejahteraan individu  miskin terendah yaitu Saptosari, Tanjungsari dan Gedangsari, namun dari ketiga kecamatan yang mendapat predikat kecamatan termiskin 2 kecamatan memiliki kekayaan alam luar biasa yaitu Saptosari dan Tanjungsari.
Pesatnya kemajuan sektor  pariwisata di dua kecamatan sudah tidak di ragukan lagi akan tetapi hal tersebut tidak berdampak kesejahteraan bagi warganya terbukti Kecamatan Saptosari dan Tanjungsari dua kecamatan yang memiliki wilayah pantai terluas diantara Baron, Kukup, Sanglen, Sepanjang, Watu kodok, Krakal, Sarangan, semua pantai tersebut masuk Kecamatan Tanjungsari sementara Saptosari memiliki pantai Ngrenean, Nguyahan, Soro Udan, Ngedan namun dari sekian banyak pantai ternyata tidak membuat kesejahteraan warganya meningkat.
Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo saat di hubungi melalui jaringan telpon diminta tanggapanya soal masuknya Saptosari sebagai kecamatan miskin dengan santai dia menjawab menurutnya dari mana data itu, Saptosari memiliki banyak pantai jadi ga masuk akal bila Saptosari masuk kecamatan miskin.
” Saya tertawa melihat data itu,dari dulu memang begitu wilayah kami disebut termiskin, pada hal wilayah kami pariwisata maju pesat ga mungkin tak berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Tidak berbeda jauh dengan Camat Saptosari, Camat Tanjungsari Rahmadian Wijayanto,AP,MSi saat di mintai keterangan terkait wilayahnya yang masuk wilayah miskin menjelaskan bahwa baginya yang penting Tanjungsari adem ayem,masyarakat giat membangun serta mensukseskan visi,misi Kabupaten Gunungkidul.
” Bagi saya dianggap sebagai wilayah miskin ga masalah, yang penting masyarakat saya adem ayem,masyarakat giat membangun serta mebsukseskan visi,misi Kabupaten Gunungkidul,” tutupnya.
Dengan masuknya dua kecamatan yang memiliki wilayah pantai luas sebagai kecamatan miskin ada sesuatu yang salah dengan pengelolaan pariwisata Gunungkidul bahkan bisa jadi pandangan banyak kalangan bahwa yang menikmati pesatnya perkembangan pariwisata Gunungkidul adalah orang luar Gunungkidul, sedang masyarakatnya masih tetap seperti dulu, dan hanya di manfaatkan orang luar Gunungkidul untuk menjadi pekerja dirumahnya sendiri.(wawan)