Petani Muda Hargosari Layak Menjadi Inspirasi Pemuda Gunungkidul.

 

Tanjungsari, Suaragunungkidul.com – Petani tak seharusnya indentik dengan ketertinggalan, terbukti pata pemuda Hargosari, Tanjungsari Gunungkidul mampu membuktikan hal itu dengan bertani para pemuda mampu mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit dan para pemuda tersebut mampu menunjukan banyak hal dari hasil pertanian mereka, sebelumnya para pemuda Hargosari viral dengan menanam  buah – buahan dan ada lagi petani muda Hargosari dengan tanaman sayuran.
Dua Pemuda Hargosari yang sudah bertahun – tahun mengeluti pertanian dan sukses menjadi pengusaha pertanian sayuran adalah Topan dan Endar, pemuda yang tinggal di Mojosari, Hargosari, Tanjungsari, Gunungkidul sejak lama menggeluti dunia pertanian diantaranya, sayuran bawang merah, jagung,cabe, terong, timun dan berbagai sayuran sesuai musim dan pasaran.
Saat di ajak berbincang wartawan Suaragunungkidul.com Topan menjelaskan bahwa niatnya menjadi petani adalah untuk membuka peluang usaha bagi pemuda Hargosari khususnya dan Gunungkidul pada umumnya agar tidak bekerja keluar daerah, dan memanfaatkan lahan kering dan gersang menjadi lahan produktive.
” Pertama tentu untuk mendapatkan penghasilan, membuka peluang usaha bagi geberasi muda, dan memanfaatkan lahan kering menjadi lahan produktive juga menawarkan ke pemuda Hargosari khususnya dan Gunungkidul umunya agar tidak bekerja ke luar daerah,” terangnya.
Menurutnya pertanian itu salah satu lahan yang modalnya hanya kemauan terbukti selama ini dirinya dan Endar tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah pada hal mereka berdua sudah bertani cukup lama dan yang paling menyedihkan adalah petani – petani yang baru malah dimanjakan dengan bantuan.
” Sebenarnya saya juga heran kenapa malah petani baru yang diutamakan dari pemerintah pada hal kita yang sudah bertahun – tahun di diamkan aja tanpa bantuan,” tutupnya.
Memasuki musim hujan Topan dan Endar memanen terong sekali memanen mereka bisa menjual 2 kwital terong pada hal mereka dalam semusim tanam sayuran bisa sampai 4 – 5 kali memanen tergantung mudah tidaknya air di dapat, karena kendala yang mereka hadapi adalah air yang sangat susah terutama di musim kemarau dan mereka berdua harus bermodal air tangki untuk mencukupi kebutuhan air untuk menyiram tanamanya. (Wawan).