Bupati Resmikan Sarana dan Prasarana Mesin Penggergajian Kayu Bantuan PT. Angkasa Pura Di Bobung

Pathuk,Suaragunungkidul.com – PT Angkasa Pura I (Persero) melaksanakan penyaluran dana bantuan Program Bina Lingkungan, Corporate Social Responsibility (CSR) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

Penyaluran bantuan Program Bina Lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab sosial BUMN kepada masyarakat sekitar. Dana bantuan bina lingkungan adalah dana hibah tanpa pengembalian guna membantu masyarakat untuk kepentingan umum seperti, pembangunan sarana prasarana, pembangunan/renovasi tempat ibadah, bantuan pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Dengan tujuan memberdayakan kelompok masyarakat sehingga mampu menopang kebutuhan di wilayahnya dengan usaha atau potensi yang dimiliki, juga turut membantu program pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang tangguh dan mandiri, serta mampu bersaing dengan kelompok UKM lainnya.

Kamis, (15/11), bertempat di Desa Bobung, Putat, Patuk, Gunungkidul, bantuan bina lingkungan disampaikan langsung oleh Direktur SDM dan Umum PT Angkasa Pura I (Persero), Adi Nugroho didampingi oleh General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, kepada kelompok Paguyuban Pamitra Pura Sae di lingkungan Desa Binaan PT Angkasa Pura I (Persero) dalam bentuk bantuan sarana prasarana berupa fasilitas penggergajian kayu.
Bantuan akan dimanfaatkan oleh para pengrajin Batik Kayu di Desa Bobung dalam proses produksi. Sebelumnya, paguyuban melaksanakan proses produksi penggergajian secara manual juga perlu menempuh jarak untuk menemukan fasilitas penggergajian, sehingga proses produksi memerlukan waktu 1 (satu) minggu.

Ismadi, salah satu anggota paguyuban mengaku, “Dengan adanya bantuan sarana prasarana berupa fasilitas penggergajian ini, proses produksi kami lebih cepat, setidaknya 3 (tiga) hari dapat selesai. Jumlah produksinya pun dapat meningkat.” General Manager Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama menyampaikan, “Bantuan fasilitas penggergajian kayu diberikan kepada paguyuban Pamitra Pura Sae sebagai penyaluran Program Bina lingkungan Tahap II bulan April 2018.

Diharapkan pula dengan adanya penyaluran bantuan ini, dapat meringankan biaya operasional dan biaya produksi,” jelas Pandu Purnama.

“Tidak perlu jauh- jauh untuk sekedar menggergaji kayu sehingga dapat memenuhi pesanantepat waktu, tercukupi pesanan lokal maupun non lokal,” tambahnya.

“Besar harapan kami bahwa bantuan ini dapat benar-benar bermanfaat dan dapat memberikan kesejahteraan lingkungan sosial masyarakat. (Red/tim_IKP)