Melestarikan Budaya Warga Pule Menggelar Tradisi Nyadran.

 

Tepus, Suaragunungkidul.com – Tradisi yang masih di pertahankan oleh sebagian warga Gunungkidul adalah Syukuran dan bentuk syukur yang dilakukan oleh sebagian warga Gunungkidul berbeda antar satu desa dengan desa lain, contoh saja Sedekah laut, Rasulan, Nyadran dan Sedekah bumi namun pada dasarnya adalah sama yaitu prosesi syukur atas karunia Tuhan yang diberikan kepada manusia.

Seperti yang di lakukan warga pedukuhan Pule 1 dan 2 siang ini 18/11/2018 sebagai bentuk syukur kepada Tuhan dan mereka memberi nama prosesi  tersebut dengan Nyadran, Nyadran bagi warga Pule sendiri sebenarnya sangat penting dikarenakan melalui acara Nyadran warga bisa berbagi untuk sesama dan pula bisa melakukan syukur secara langsung bukan sekedar ucapan melainkan dengan perbuatan yang di tujukan kepada Tuhan.

Sejarah Nyadran menurut sejarah yang di bacakan oleh Dukuh pule 1 dan 2 adalah bentuk syukur atas nazar yang di ucapkan oleh warga setempat atas permintaan yang di kabulkan oleh Tuhan, dalam nazar tersebut mereka berjanji apabila keinginanya terkabul para pembuat nazar akan melaksanakan larung di Pantai Sadranan, nama pantai Sadranan sendiri berawal berasal dari kata Nyadran yang di lakukan masyarakat setempat saat itu.

Acara yang dimulai sejak pagi hari untuk mempersiapkan segala sesuatu dan berakhir sekitar pukul 12.00 wib dengan puncak acara larung sesaji oleh ketua adat setempat, Camat Tepus Azis Budiarto dalam acara Nyadran mengharapkan agar adat yang sudah ada sejak jaman dulu agar bisa tetap di pertahankan sebagai salah satu ciri khas Pantai Sadranan untuk menarik minat wisatawan.

” Peninggalan adat istiadat yang sudah ada sejak nenek moyang harus tetap dinpertahankan sebagai ciri khas pantai Sadranan untuk menambah minat pengunjung pantai Sadranan,” harap Camat.

Selain Camat yang di daulat untuk menyampaikan sambutan dari Dinas Kebudayaan Gunungkidul dan Dinas Pariwisata Gunungkidul juga diberi kesempatan untuk memberi sambutan, namun dari 2 dinas yang hadir hanya diwakilkan kepada anak buahnya karena kepala dinas masing – masing berhalangan hadir Seperti di sampaikan Darmanto mewakili Kepala Dinas Kebudayaan.

“Sebelumnya Bapak Kepala Dinas meminta maaf karena tidak bisa hadir ke sini di karenakan harus mendampingi Ibu Bupati Gunungkidul diacara lain,beliau hanya berpesan agar kegiatan ini bisa tetap dipertahankan sebagai salah satu cara untuk menambah minat pengunjung,karena pantai Sadranan semakin hari semakin lengkap fasilitas yang di sediakan, dari Hotel, Rumah Makan, Toilet dan lain – lain,”. Terangnya.

Ikut hadir selain dari Dinas – dinas terkait juga Dewan Kebudayaan Gunungkidul,Muspika kecamatan tepus, kades Sidoarjo dan perangkat Desa Sidoarjo juga tamu undangan yang tampak di podium kehormatan yang disiapkan oleh panitia,setelah kegiatan larungan di lanjutkan hiburan di masing – masing Pedukuhan dengan menggelar reog dam makan bersama, hal itu dilakukan setelah selamatan.(wawan).