Wahyu Rohani Akhirnya Menjabat Kasi Pelayanan Desa Banyusoco.

Playen,Suaragunungkidul.com – Sempat diulang karena ada dua peserta yang mendapat nilai sama akhirnya Wahyu Rohani lolos menjadi Kasi Pelayanan Desa Banyusoco setelah ujian ulang mengalahkan nilai dari pesaingnya Wilis Damayanti, nilai keduanya terpaut lumayan jauh antara 10 nilai Wilis Damayanti dan 14 untuk Wahyu Rohani.

Diberitakan sebelumnya ujian perangkat desa Banyusoco di ikuti oleh 12 peserta dalam ujian pertama hasil sudah diketahui dan ada dua peserta yang akhirnya diulang karena hasil ujian tertinggi sama setelah ujian selesai dan diserahkan ke Kepala desa Banyusoco mendapat nilai tertinggi adalah Wahyu Rohani sehingga yang bersangkutan berhak menempati posisi Kasi Pelayanan Banyusoco.

Kepala Desa Banyusoco Sutiyono dalam acara penutupan dan serah terima hasil ujian dari panitia meminta dan berharap agar kondisi paska pengisian perangkat desa tetap kondusive dan aman karena pemerintah desa dan penitia sudah melaksanakan ujian secara terbuka dan transparan dan siapapun yang terpilih tidak ada intervensi dari pihak manapun.

” Selamat saya ucapkan kepada saudari Wahyu Rohani yang telah mendapat nilai tertinggi dalam ujian ulang semoga setelah nanti resmi bergabung di pemerintah desa Banyudoco bisa mengabdi dengan hati dan melayani masyarakat secara sungguh – sungguh, kepada semua pihak mari tetap menjaga Banyusoco kondusive dan aman karena pemerintah desa dan panitia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk transparan dan terbuka,” tutupnya.

Dalam pelaksanaan ujian perangkat desa Banyusoco sejak dimulai acara sampai berakhirnya pelaksanaan tidak tampak satupun keluarga peserta yang memdampingi berbeda dengan beberapa desa di Gunungkidul setiap pelaksanaan ujian pengisian perangkat desa selalu dipenuhi keluarga peserta untuk memberi dukungan namun hal itu tidak tampak di Banyusoco di ruang Balai desa Hanya tampak panitia, Muspika Kecamatan dan beberapa tamu undangan dari BPD dan lembaga desa yang lain.

Camat Playen Muhammad Setiawan hadir agak terlambat dalam acara penutupan dikarenakan camat harus menghadiri agenda yang sama di Desa Banaran namun sebelumnya Camat sudah berada di Banyusoco untuk melihat secara langsung kegiatan yang di gelar.(wawan)

Open this in UX Builder to add and edit content