Produksi Petani Garam Pantai Sepanjang,Kemadang,Tanjungsari Masuk Standard SNI.

Tanjungsari,Suaragunungkidul.com – Hasil laut selain tangkapan ikan, potensi lain kawasan pantai selatan di Kabupaten Gunungkidul terus digali dan dikembangkan. Belakangan, progres upaya masyarakat di kawasan pesisir agar dapat menghasilkan garam sudah terwujud. Selain jumlah yang dihasilkan cukup banyak, garam yang diproduksi di pantai Sepanjang Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul juga memiliki kualitas yang baik.

Menyambut kehadiran Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan rombongan, dalam rangka panen raya garam (Kelompok Tani Tirta Bahari) di kawasan Pantai Sepanjang, Sabtu, (24/11), Kades Kemadang, Sutono mengungkapkan, sementara ini hasil produksi untuk mencukupi kebutuhan garam di kawasan pantai saja. Target kedepan akan dipasarkan untuk wilayah Kecamatan Tanjungsari, dan Gunungkidul secara umum.

Bantuan dana dari Pemda DIY pada tahun 2017 senilai Rp. 750 juta untuk pengembangan produksi garam dinilai sangat besar pengaruhnya terhadap kapasitas produksi garam. Jika cuaca mendukung untuk setiap 5-7 hari sekali, petani garam dapat memanen garam hingga 1 ton.

Menurutnya, keberadaan petani garam juga menjadi penunjang wisata pantai. “Dari tahun ke tahun mengalami peningkatan produksi. Sebagian produksi garam sudah diambil toko-toko dan warung-warung makan di wilayah pantai,” ungkap Sutono. Selain bantuan dana, petani garam di Pantai Sepanjang juga difasilitasi lahan tanah SG seluas 0,6 hektar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Badingah, turut bangga dengan kemajuan petani garam Pantai Sepanjang.

“Produk sesuai standar SNI. Bahkan kualitasnya lebih bagus,” tutur badingah, bangga.

Selain untuk kebutuhan dapur, produk garam juga bisa digunakan untuk penggaraman ikan yang tidak terjual menjadi ikan asin. Badingah meminta para petani apabila menemui permasalahan agar segera dikomunikasikan dengan Pemerintah baik ditingkat kabupaten maupun provinsi.

Sementar itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, berharap agar wadah organisasi dan manajemen petani garam berstatus jelas. Sesegera mungkin menindaklanjuti untuk mengurus ijin produksi dan pemasarannya.

Agar pemasaran dapat menjangkau yang lebih luas, Gubernur meminta untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Misalnya berkoordinasi dengan pihak Laboratorium, BPOM, dan Dinkes agar kedepan memiliki hak edar setelah serangkaian syarat terpenuhi.

“Harus profesional, jangan sampai pejabat ganti kebijakan juga berubah. Produksi garam ini kedepan benar-benar diupayakan agar bisa berkembang dengan baik dan punya pasar serta mampu bersaing,” himbau Ngarso Dalem.

Lantas, Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto menegaskan bahwa Kelompok Petani Garam akan dimasukan dalam BUMDes yang sudah dibentuk tahun 2017. Hal tersebut sebagaimana arahan yang diberikan Sultan.

“Petani garam Pantai Sepanjang Tirta Bahari mendapat dukungan dari pemerintah desa. Masih perlu bimbingan dari Pemkab dan Pemprov,” ujar Rakhmadian.

Usai panen raya garam secara simbolis di Kawasan Pantai Sepanjang Gubernur dan rombongan melanjutkan panen raya di Kelompok Tani Garam Dadap Makmur, Pantai Dadap Ayam Kecamatan Saptosari.

Turut hadir mendampingi Gubernur, Sri Sultan HB X, Sekretaris Daerah, Ir. Drajad Ruswandono M.T., Asisten Bidang Perekonomian Prov. DIY, Kepala Dinas UKM DIY, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Kepala PUPR Gunungkidul, Ir. Eddy Praptono, M.Si., Kepala Dinas Pariwisata, Ir. Asti Wijayanti, M.A., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, drh. Krisna Berlian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Agus Priyanto, S.H., M.M., Kepala Bidang IKP, Supriyanto, S.E., M.T. (Red/tim_IKP)

Open this in UX Builder to add and edit content