Tak Otomatis Jadi Desa Budaya Lomba Desa Rintisan Budaya Dipertanyakan Tujuanya.

 

Rongkop,Suaragunungkidul.com – Menjadi juara hampir semua orang menginginkanya bahkan ada yang rela melakukan hal yang tidak terpuji untuk meraihny,namun hal berbeda ketika menjadi juara namun tidak jelas arah dan tujuanya tournamen atau lomba diadakan seperti yang dialami para peserta lomba Desa rintisan budaya yang beberapa bukan lalu diadakan oleh Dinas Kebudayaan Gunungkidul.
Dari lomba Desa rintisan budaya yang di gelar di alun – alun kota Wonosari dengan menempatkan tiga desa menjadi yang terbaik yaitu Juara 1 Petir Kecamatan Rongkop, juara 2 Wonosari Kecamatan Wonosari dan juara 3 Kepek Kecamatan Saptosari,dengan terpilihnya desa – desa tersebut menjadi yang terbaik mendapat tanggapan sama dari masing – masing Kepala Desa yaitu tujuan dari digelarnya lomba tersebut karena yang menjadikan mereka bingung adalah juara Desa rintisan budaya tidak secara langsung mewakili Gunungkidul jadi Desa Budaya.
Sebelumnya pendapat tersebut disampaikan Kepala Desa Kepek Saptosari dan sekarang demikian juga dengan pendapat Kepala Desa Petir Kecamatan Rongkop,dengan informasi yang pihaknya terima dari Dinas Kebudayaan bahwa tidak secara otomatis masuk menjadi Desa Budaya Kades Petir mempertanyakan tujuan di gelarnya Lomba Desa rintisan budaya.
” Bila terkait tidak secara otomatis masuk desa budaya maka itu memang lucu maksudnya apa dengan digelarnya lomba desa rintisan budaya, untuk keuntunganya bagi masyarakat ya kami merasakan banyak bantuan yang kami terima dan langsung di rasakan oleh warga kami,” jelas Sarju.
Selain pendapat tersebut datang dari Kepala Desa, Kasi Pelayanan petir Pratama Widarta,SE juga menambahkan seharusnya secara otomatis sesuai urutan agar kedepan bila lomba yang sama diadakan Kepala Desa tidak ragu – ragu lagi untuk mengikutinya tapi bila seperti ini dan tidak dijamin masuk desa Budaya saya yakin kedepan para Kepala Desa ikutpun cuma asal – asalan.
” Ya saya juga bingung tujuanya apa dengan pagelaran itu, setahu kami itu untuk mencari bibit desa yang bisa secara otomatis masuk desa budaya namun setelah kami tanya ke pihak Dinas Kebudayaan dan jawabanya seperti itj tentu kami agak Kecewa,” terangnya.
Lomba Desa rintisan budaya se-Kabupaten Gunungkidul diikuti seluruh perwakilan dari setiap kecamatan dan banyak desa yang mempersiapkan diri dengan modal yang tidak sedikit namun setelah tetlaksana banyak desa yang kecewa karena tidak secara otomatis masuk menjadi Desa Budaya karena harus menunggu keputusan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.(wawan).

Open this in UX Builder to add and edit content