Aduh, Jackie Chan Habiskan Harta untuk Pelacur dan Berjudi

SUARAGUNUNGKIDUL. com, Jakarta– Aktor Jackie Chan memberi pengakuan yang sangat mengejutkan. Aktor 64 tahun itu mengaku menghabiskan kekayaanya untuk pelacur, judi, dan foya-foya.

Hal itu terjadi ketika ia masih muda, ketika menikmati awal-awal ketenaran sebagai seorang aktor.

Banyak hal-hal gila yang dilakukan Jackie Chan. Ia misalnya, mengaku bisa menghabiskan US$2 juta dalam setahun hanya untuk nongkrong-nongkrong dengan teman.

Jackie Chan juga punya kebiasaan buruk mabuk sambil mengemudi. Akibatnya, ia sering menghancurkan mobil-mobil mewah.

Hal itu diungkap Jackie Chan dalam buku biografinya berjudul Never Grow Up. Dalam kutipan di biografinya, ia menuliskan
“Kita semua tahu bahwa jika ada yang salah, kita tidak akan hidup untuk melihat Matahari terbit keesokan harinya. Kita memiliki mentalitas jangka pendek yang berarti menghabiskan uang kita dengan sembrono,” kata Jackie Chan, dikutip dari Dailymail.

Dan ketika Jackie Chan menapaki kesuksesan sebagai seorang aktor terkenal, ia mulai kehilangan kendali diri. “Saya mulai membawa uang tunai dalam jumlah besar setiap hari. Setelah Anda hidup dalam kemiskinan, uang tunai memberi Anda rasa aman,” katanya.

“Saya senang punya banyak teman di sekitar saya. Dan setiap makan bersama dengan teman-teman saya, sekitar 10 tahun yang lalu, saya bisa menghabiskan US$2 juta untuk membayar makanan mereka,” beber Jackie Chan.

“Saya juga memberikan hadiah mewah, jam tangan, mobil, jaket kulit, dan kotak anggur mahal,” sambung Jackie Chan.

Soal kehidupan pribadi, Jackie Chan bahkan mengaku dirinya seorang lelaki berengsek. Bintang film Drunken Master itu kerap memperlakukan perempuan dengan sangat buruk.

Jackie Chan juga membeberkan bagaimana ia telah mengkhianati istrinya, Joan Lin. Ia juga bukan seorang ayah yang baik. Jackie sering melempar salah seorang putranya, Jaycee yang sekarang berusia 36 tahun, ke berbagai sudut rumah.

“Saya bukan ayah yang baik atau suami yang baik tetapi saya melakukan tugas saya untuk putra saya dan ibunya,” tuturnya.

“Saya berperilaku sangat buruk karena ketakutan saya yang mendalam. Sejak kecil, saya dipandang rendah oleh anak-anak kaya,” bebernya.
(Sumber suara.com)