Penderita HIV/AIDS di Gunungkidul Meningkat

Gunungkidul, SUARAGUNUNGKIDUL.com – Hingga bulan Juni 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mencatat 36 orang terinfeksi HIV/AIDS. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

“Tahun ini ada 36 kasus HIV, tapi itu baru sampai bulan Juni (2018). Dibanding tahun lalu bisa dikatakan meningkat, karena tahun lalu ada 48, dan ini belum sampai akhir tahun sudah ada 36 kasus,” kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka saat ditemui di Kantornya, Jalan Kolonel Sugiyono, Purbosari, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (30/11/2018) siang.

Priyanta mengungkapkan secara akumulatif dari tahun 2006 hingga saat ini, telah mencatat adanya 337 kasus HIV di Gunungkidul. Meski jumlah tersebut dianggap banyak, menurutnya kasus HIV/AIDS di Gunungkidul masih terbilang rendah dibandingkan Kabupaten dan Kota di DIY.

“Untuk kasus lebih rendah dari tiga Kabupaten dan Kota lainnya di DIY, tapi lebih tinggi dari Kabupaten Kulon Progo. Jadi peringkat pertama itu Kota Yogya, Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul baru Kulon Progo,” ujarnya.

Menurutnya, ke-36 penderita HIV AIDS di Gunungkidul kebanyakan tertular ketika berada di luar Kabupaten Gunungkidul. Namun, diakuinya ada beberapa orang yang tertular saat berada di Gunungkidul.

“Penyebabnya rata-rata karena berhubungan intim dan terlular, jadi kebanyakan dari luar Gunungkidul. Contoh, ada pria kerja di luar daerah dan karena itu (Hubungan intim yang gonta-ganti) tertular lalu ke sini (Gunungkidul) dan menularkannya ke yang lain,” ujarnya.

“Kalau usia penderita HIV di sini kebanyakan masih berusia produktif ya,” imbuhnya.

Sedangakn dari jenis kelamin lanjut dia, didominasi oleh jenis kelamin laki-laki. Hal itu dikarenakan banyak dari mereka yang bekerja di luar Gunungkidul dan tertular virus tersebut, lalu tanpa sadar menularkan kepada orang lain.

“Kebanyakan laki-laki yang kena di Gunungkidul, karena dari data seluruhnya yang 337 kasus itu 186 orang laki-laki dan 151 perempuan. Kalau yang 36 itu hingga Juni tahun ini ada 21 orang laki-laki dan 15 perempuan,”

Ia menambahkan hal itu terjadi karena yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa dirinya terjangkit penyakit HIV. Sehingga saat berhubungan seksual dengan orang lain tanpa sadar yang bersangkutan menularkan virus tersebut kepada orang lain.

“Jadi gini, orang yang kena HIV AIDS itu nggak langsung jadi pucat atau kurus, dia masih bisa beraktivitas seperti orang biasa. Biasanya setelah 5 sampai 10 tahun baru ketahuan dan sudah dalam kondisi akut,” ucapnya.

“Karena itu masyarakat diharap untuk lakukan VCT (Voluntary, Counselling and Testing) agar tahu terinfeksi HIV atau tidak. Karena kalau ketahuan sejak awal bisa ditanggulangi dengan menekan virus itu menyebar,” pungkas dia. (Sumber, detiknews)