Kado Tutup Tahun Yang Tak Diharapkan Oleh Masyarakat Gunungkidul

Semanu, Suaragunungkidul.com – Kebanyakan orang menerima kado atau hadiah pasti merasa senang apalagi hadiah yang di dapat bertepatan dengan hari – hari istimewa dalam kehidupan kita,namun hal berbeda sepertinya dialami oleh masyarakat Gunungkidul khususnya Pemerintah Daerah Gunungkidul karena menjelang tutup tahun 2018 harus menerima kado yang sangat menyesakan dada yaitu terjadinya kasus bunuh diri dengan cara gantung diri.
Kejadian gantung diri yang diketahui pagi tadi Minggu, 09/12/2018 sekitar pukul 06.30WIB dan di laporkan ke pihak keamanan sekitar pukul 07.55 WIB, dengan pelaku gantung diri Sutrisno Kardi 60 tahun warga Pedukuhan Dusun Jelok RT 05/03, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu Gunungkidul. Kejadian tersebut Seperti jelaskan oleh Kanit Reskrim Polsek Semanu IPDA Sujino,SH saat di hubungi wartawan beberapa saat setelah mendapat laporan waraga.
” Sekitar pukul 07.55 wib kami mendapatkan laporan dari warga selanjutnya kami langsung mendatangi TKP sekaligus menghubungi pihak Puskemas Semanu untuk bersama – sama memeriksa pelaku gantung diri,” jelasnya.
Kronologi kejadian menurut saksi yang pertama kali melihat adanya seseorang yang gantung diri adalah Suratmi (30 tahun) tetangga korban dan memberitahu Sutirah (34 tahun) anak korban yang sebelumnya sekitar pukul 06.30 WIB membangunkan Suratmi karena  melihat orang tuanya tidak berada di rumah, selanjutnya mereka berdua mencari  ke belakang rumah. Suratmi yang terlebih dahulu mengetahui ada seseorang tergantung di pohon nangka lalu memberi tahu Sutirah selanjutnya mereka berteriak meminta tolong tetangga lain dan melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.
Dari hasil pemeriksaan team medis dari Puskesmas semanu dan Polsek Semanu tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan karena ciri – ciri korban saat meninggal keluar air mani dari kemaluan korban, tidak keluar kotoran dari dubur dan leher tampak lebam karena bekas jetatan,maka disimpulkan bahwa korban meninggal murni bunuh diri.
IPDA Sujino,SH menambahkan bila setelah pemeriksaan dan murni bunuh diri maka jenazah korban gantung diri diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya di makamkan, untuk kemungkinan alasan korban gantung diri dikarenakan korban memiliki penyakit ganguan Psikologis yang tak kunjung sembuh yaitu fobia dengan cahaya yang terang, ada rasa ketakutan yang berlebihan.
” Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda – tanda penganiayaan dan murni bunuh diri maka selanjutnya kami serahkan ke keluarga untuk dimakamkan,sementara penyebab  gantung diri menurut keterangan anaknya korban punya penyakit yang tak kunjung sembuh yaitu gangguan psikologis trauma yang berlebih terhadap cahaya tetang,” pungkasnya.(wawan).