Bandit Jaringan Pencuri Alat Berat Ditembak Petugas Sat Reskrim Polres Gunungkidul

Wonosari, Suaragunungkidul com-Tim Reskrim Polres Gunungkidul dipimpin Kasat Reskrim, AKP Riko Sanjaya berhasil menangkap bandit pencuri mekanik alat berat. Salah satu pelaku ditembak petugas Sat Reskrim Polres Gunungkidul karena melawan.

Penyergapan dan penangkapan dilakukan di daerah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada 11 November 2018.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, SH, SIK menjelaskan, pencurian dengan pemberatan dilakukan pelaku ketika pemerintah Kabupaten Gunungkidul sedang giat-giatnya mengerjakan pembangunan jalan di Gading-Ngalang yang menggunakan alat berat (Beko).

Hal ini digunakan kesempatan bagi para pelaku untuk melakukan aksinya melakukan pencurian monitor alat berat.

“Yang mana alat berat ini jika tidak alat ini tidak bisa dioperasikan,” ungkap Kapolres ketika jumpa pers di depan loby Gedung Mapolres Gunungkidul, Kamis (13/12).

Berdasarkan hasil penyelidikan, lanjut dia, jajaran Polres Gunungkidul berhasil mengungkap pelaku dan mengamankan 3 pelaku dari 4 pelaku beserta barang buktinya.

“Satu tersangka lagi masih dalam pengejaran,” jelasnya.

Para pelaku ini tidak hanya melakukan di wilayah Gunungkidul, namun termasuk diluar Gunungkidul.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengatakan, 4 pelaku dari 3 pelaku yang diamankan, selain pernah melakukan peralatan alat berat di Gading, Playen, juga pernah melakukan di Wilayah Patuk dan Tepus.

“Ketiga pelaku yakni SH (39), asal Bekasi, Jawa Barat. Lalu IS (34) dan H (31), warga Sampang, Jawa Timur,” kata Rico.

Diungkapkan Rico begitu menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian dan penyelidikan lebih lanjut. Hasil penyelidikan mengarah kepada ketiga pelaku. Polisi pun selanjutnya melakukan pemburuan hingga akhirnya ketiganya ditangkap di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

“Ada salah satu pelaku yang kita tembak ketika akan dilakukan penangkapan, karena melawan dan akan melarikan diri,” terangnya.

Adapun beberapa barang bukti yang diamankan yakni buku tabungan bank, uang tunai Rp 2,7 juta, monitor kontroler alat berat, panel drip, serta as roda alat berat.

“Kita kenakan Pasal 363, ancaman hukuman diatas lima tahun,” tegasnya.

Sebelumnya, sebuah kontroler dan monitor alat berat yang berada di jalur Gading – Ngalang, Kecamatan Playen, milik PT. Suradi Sejahtera Jaya raib digondol pencuri. Aksi pencurian itu terjadi pada Senin, 22 Oktober 2018. Akibatnya, pemilik alat berat menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.(Joko N).

Open this in UX Builder to add and edit content