Ribuan Disabilitas dan Penderita Gangguan Jiwa Gunungkidul Masuk DPT Pada Pemilu 2019

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Berdasarkan penetapan rapat pleno tanggal 09 Desember 2019, sebanyak 2.493 orang disabilitas termasuk penyandang gangguan jiwa masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Sejumlah itu berasal dari 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

Ahmadi Ruslan Hani, Ketua KPUD Kabupaten Gunungkidul mengungkapkan hal itu usai acara rapat koordinasi dan sosialisasi DPTb Pemilu tahun 2019 di Gedung BMT Dana Insani Gunungkidul, jalan Tentara Pelajar No.71, Kepek Wonosari, Kamis, 13 Desember 2019.

Dijelaskan Ahmadi, penyandang disabilitas tersebut dengan kriteria tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, tuna grahita dan disabilitas lainya.

Penyandang disabilitas lainya ini termasuk penderita gangguan jiwa, yang mana di Gunungkidul sendiri berjumlah 475 jiwa.

Terkait dengan disabilitas penderita gangguan jiwa, selama tidak ada surat keterangan dari dokter orang tersebut tetap masuk dalam DPT.

“Namun jika ada surat keterangan dari dokter, yang menyatakan bahwa orang tersebut benar-benar menderita gangguan jiwa, maka tidak akan didaftar dalam DPT, termasuk penderita gangguan jiwa yang akut, misalnya sudah berada dijalan-jalan bahkan sudah tidak menggunakan pakaian,” jelasnya.

Disinggung cara melakukan pencoblosan bagi ribuan penyandang disabilitas, Ahmadi menjelaskan harus ada pendampingan dari pihak keluarga ataupun petugas KPPS.

Syarat bisa mendampingi harus ada surat permohonan pendampingan dari penyandang disabilitas.

“Termasuk penyandang disabilitas tuna netra, karena di tingkat kabupaten belum ada alat pencoblosan khusus, yang ada hanya DPD, maka harus ada pendampingan,” pungkasnya.( Joko N)