Belasan Warga Dipatok Ular, Yayasan Sioux Ular Indonesia Adakan Sarasehan Tentang Penanganan Ular

Rongkop, Suaragunungkidul.com – Sedikitnya belasan warga Desa Karangwuni, Rongkop digigit ular. Untuk penanganannya Yayasan Sioux Ular Indonesia akan mengadakan sarasehan tentang penanganannya.

Serangan ular berbisa jenis ular hijau (trimeresurus albolabris) dan ular sendok/kobra (naja sputatrix) itu membuat belasan warga yang menyebar di beberapa padukuhan Desa Karangwuni.

Suparto Kepala Desa Karangwuni, membenarkan bahwa belasan warganya dipatok/digigit ular berbisa jenis ular hijau dan ular sendok.

Sedikitnya 15 atau 16 orang menjadi korban patokan ular yang mempunyai bisa mematikan itu. Kejadiannya pada periode bulan November 2018 lalu.

“Alhamdulillah bulan Desember hingga per tanggal sekarang belum ada, semoga tidak ada,” jelas Suparto.

Warganya yang digigit ular hijau, imbuhnya, biasanya pada saat mencari pakan ternak baik mencari rumut maupun di dahan pohon.
Sedangkan jenis ular sendok/kobra terdapat di sekitaran pekarangan. Namun semua korban dapat diselamatkan.

Dengan banyaknya warga yang digigit ular, Yayasan Sioux Ular Indonesia akan menyelenggarakan sarasehan dan edukasi tentang penanganan ular yang akan di selenggarakan pada hari Sabtu, 15 Desember 2018.

Aji Rahmad, salah satu pengurus Yayasan Sioux Ular Indonesia menyampaikan, saresehan akan diselenggarakan di Pendopo Kwarcab Pramuka Gunungkidul yang beralamat Padukuhan Rejosari, Desa Baleharjo, Wonosari.

Materi yang akan disampaikan mengenal ular secara biologi, mengenal bahaya ular, teknik menangani ular.
“Atau menangkap ular dan teknik penanganan gigitan ular dengan standard WHO,” tutupnya.

(Joko)