Tim Pengawas Bantah Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tidak Sesuai Spesifikasi

Gedangsari, Suaragunungkidul.com-Salah satu warga penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari memprotes, lantaran suplay material bangunan tidak sesuai spek. Hal ini dibantah oleh Tim pengawas sebagai pemenang tender pengawasan program bantuan dari propinsi ini, Senin (18/12).

Ketua Tim Pengawas, Tengku Darmanto yang didampingi Tommy Sukarto, menegaskan, semua material yang dikirim sudah sesuai dengan spec berdasarkan penawaran dari pihak pemenang lelang CV. Putra Vita.

Foto : Dok RTLH Gedangsari.

Terkait masalah harga barang, ia menjelaskan, sudah sesuai dengan Satuan Harga Barang dan Jasa (SHBJ) yang ditetapkan.
Dia mengakui, SHBJ kabupaten dan Jogjakarta tentu ada perbedaanya, mengingat jarak tempuh dan lainya. Namun harga tentu tidak boleh melebihi SHBJ Jogja, karena bantuanya dari propinsi.

“Sebingga acuan harga tidak boleh melebihi SHBJ penetapan propinsi,” jelasnya, Senin (18/12).

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan sampai saat ini sangatlah ketat.

“Karena semua ditenderkan, termasuk saya sebagai pengawas pembangunan program RTLH juga ikut tender, yang akhirnya saya sebagai pemenangnya untuk mengawasi program pembangunan ini,” terangnya.

Pihaknya karena dipercaya sebagai pemenang tender pengawasan, dalam pengecekan barang sangat selektif, dan sampai saat ini secara sistem sudah bagus.

Foto : Dok RTLH Gedangsari.

Yang jelas, lanjutnya, sebelum mendapat program bantuan ini warga yang berhak menerima, semua sudah diberikan sosialisasi dari Dinas PUPR Propinsi. Termasuk jika ada perbedaan nilai material, sebenarnya pada saat itu sudah dijelaskan.

Jumlah uang yang diberikan langsung melalui transfer sebesar RP 2.550.000,00. Uang tersebut untuk biaya tukang 3 orang dan laden 5 orang.
Kemudian diberikan barang berupa material senilai Rp. 11.617.000,00 dipotong pajak 10%.
Jumlah sebesar itu sudah termasuk jasa langsirnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, semua material dan harga sudah sesuai dengan spec dan SHBJ, kalau ada warga membuat harga sendiri, sesuai asumsi sendiri ya silahkan,” pungkasnya.

(Joko)