Wasija,A.Md Berharap Jalan Desa Menuju SMPN 2 Rongkop Naik Status Jadi Jalan Kabupaten.

Rongkop,Suaragunungkidul.com – Pendidikan era sekarang menjadi sangat penting bagi anak – anak dan generasi penerus bangsa,karena pendidikan menjadi dasar manusia bisa melakukan banyak hal, namun fasilitas juga seharusnya menunjang kelancaran belajar mengajar di sebuah sekolah agar guru dan murid sama – memiliki semangat tinggi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.
SMPN 2 Ronkop yang berlokasi jauh dari jalan aspal seakan menjadi sekolah yang terisolir di wilayah Gunungkidul karena fasilitas jalan yang seharusnya mampu membantu para guru dan murid untuk berinteraksi lebih cepat sampai saat ini masih memanfaatkan fasilitas seadaanya hal itulah yang menggugah hati Kepala Desa Botodayaan Wasijo,A.Md untuk memperjuangkan jalan tersebut naik  status dari jalan desa menjadi jalan Kabupaten.
Keprihatinan tersebut di sampaikan Wasija saat di temui di ruang kerjanya 20/12/2018 pagi tadi,dalam paparanya Wasija ingin pemkab Gunungkidul menaikan status jalan menuju SMPN 2 Rongkop yang berada di Desa  Botodayaan menjadi jalan Kabupaten agar bisa segera di aspal sehingga guru dan murid dalam proses kegiatan belajar  mengajar lebih mudah.
” 5 KM bukan jarak yang dekat dan saya merasa prihatin,guru dan murid harus melawati sawah,hutan yang sepi pada hal jalan yang mereka gunakan masih Con blok bila musim hujan datang mudah hancur,” paparnya.
Dengan kondisi yang demikian Wasija berharap agar pemerintah daerah bersedia menaikan status jalan desa tersebut menjadi jalan kabupaten sehingga jalan satu – satunya menuju ke lokasi sekolah bisa di bangun lebih layak seperti jalan aspal yang lain,karena menurut wasija lagi lebar jalan sudah sesuai jalan kabupaten yaitu 7 meter dan tidak perlu ada pembebasan.
” Secara aturan jalan tersebut sudah layak menjadi jalan kabupaten karena lebarnya sudah 7 meter, karena jalan itu satu – satunya jalan menuju lokasi sekolah,” tambah wasija.
Jalan yang berada di pedukuhan boto kulon dan boto wetan sudah di bangun talut sebagai pembatas agar mempermudah dalam proses perubahan status dan pemerintah desa juga terus memberikan prioritas anggaran untuk jalan tersebut agar terlaksana harapan warga yang anaknya belajar di SMPN 2 Rongkop bisa memiliki akses jalan yang nyaman dan aman.(wawan)