Susahnya Izin Cuti dan Ucapan Kasar Atasan Pemicu Utama PT. Komitrando di Demo Pekerjanya.

 

Wonosari,Suaragunungkidul.com – Ratusan karyawati PT. Komitrando yang berlokasi di desa Balearjo Kecamatan Wonosari pagi tadi di demo karyawanya,21/12/2018, hal itu dilakukan karyawan PT Komitrando karena sulitnya mendapatkan izin cuti dan semena – menanya ucapan atasan terhadap karyawan.
Hal tersebut diungkapkan Peni Lestari saat ditanya wartawan terkait alasan para karyawan mogok kerja dan demo untuk menyampaikan aspirasi bersama, Peni Lestari yang di dampingi karyawati yang lain juga menerangkan bukan hanya itu saja melainkan banyak hal yang mengakibatkan karyawan dan karyawati melakukan aksi tersebut.
” Ada beberapa hal yang menjadi dasar kami melakukan aksi ini diantaranya sulitnya mendapat izin cuti,ucapan kasar dan semena – mena atasan terhadap karyawan juga tidak adanya kompensasi apa – apa terhadap karyawan yang di keluarkan dari pekerjaanya,” terangnya.
Aksi dari para pekerja langsung mendapat tanggapan dari perusahaan dengan bernegosiasi dengan perwakilan dari pengunjuk rasa yang disaksikan oleh petugas keamanan dari polsek semanu dan juga polres Gunungkidul walaupun sempat alot dikarenakan pengunjuk rasa minta libur 1 hari untuk menenangkan pikiran namun pihak Perusahaan minta kembali bekerja agar bisa tetap produksi,sementara surat tuntutan karyawan sudah diterima perusahaan.
Setelah kurang lebih 2 jam bernegosiasi antara atasan perusahaan dan perwakilan pengunjuk rasa akhirnya membuahkan hasil seperti di jelaskan perwakilan perusahaan Hartoyo bahwa mediasi yang cukup lama akhirnya membuahkan hasil diantaranya untuk kinerja harus sesuai alur,sistem yang saat ini dikeluhkan sebisa mungkin akan dibenahi,sehingga semua pekerja nyaman.
” Semua sudah selesai dan telah disepakati di saksikan oleh Kapolsek dan jajaran lain,tuntutan pekerja sebisa mungkin akan di ikuti sesuai aturan yang berlaku,ini hanya miskomunikasi saja,” jelas hartoyo
Terkait dengan prilaku atasan yang yang mencaci maki karyawan akan ada pertimbangan perbaikan tutur kata,mengenai Supervisor yang di pulangkan itu lantaran kinerja kurang bagus dan bukan semata – mata di pecat Perusahaan.
“Setelah mediasi selesai pekerja diminta kembali ke ruang kerjanya masing – masing untuk berproduksi dan kami perlahan ada pembenahan,” tambahnya.
Dari pantauan dilapangan walaupun kesepakatan sudah selesai namun sebagian pekerja enggan untuk kembali bekerja dikarenakan menurut mereka masih merasa jengkel dengan perlakuan atasan selama ini,Perundingan pun kembali dilakukan agar pekerja bisa kembali keseluruhanya untuk bekerja walaupun dalam kondisi sulit diterima.
Salah satu manager di Perusahaan Tas terbesar di Gunungkidul Supriyati mengungkapkan bila aksi ini terjadi karena miskomunikasi antara atasan dan pekerja segala tuntutan sebenarnya sejak dulu sudah diterapkan misalnya cuti,izin libur,namun memang harus ada alasan yang jelas.
” Ya mungkin karena kurang komunikasi aja, mudah – mudahan karena ini ada perbaikan dengan semua lini, pada intinya bila ada kritik dan saran akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.(wawan).