Dikira Tidur Tempat Anaknya, Ngatiyem Ditemukan Tak Bernyawa di Pohon Jati Belakang Rumahnya.

 

Tanjungsari,Suaragunungkidul.com – Kembali mementum akhir tahun dewarnai adanya gantung diri oleh warga Kudu Desa Ngestirejo Kecamatan Tanjungsari, tidak diketahui pasti kapan pelaku melakukan gantung diri namun ditemukan keluarga pada Rabu,26/12/2018 sekitar pukul 09.30 wib dalam keadaan sudah tidak bernyawa dibelakang rumahnya di bawah pohon jati dengan sabuk atau stagen.
Pelaku gantung diri bernama Ngatiyem 90 tahun diketahui pertama kali oleh saksi bernama Tupan saat dirinya mencari keberadaan Ngatiyem yang belum pulang sejak 25/12/2018 sampai pukul 21.00 wib,para keluarga juga tetangga menduga Ngatiyem menginap di rumah anaknya yang ada di Wlnosari sehingga baru pagi harinya Tupan mencari kebelakang rumahnya,alangkah terkejut melihat korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi tergantung, lalu tupan teriak minta tolong datanglah saksi 2 Sugito 60 tahun tetangga pelaku, lalu melaporkan kejadian ke Polsek Tanjungsari.
Informasi tersebut seperti di jelaskan Kapolsek tanjungsari AKP Sapto Sudaryanto, SH melalui anggota Intelkam Tanjungsari Brigka Wawan saat di hubungi wartawan melalui jaringan telpon beberapa saat setelah adanya kejadian gantung diri diwilayah hukumnya, menurut keterangan warga sekitar, Ngatiyem diduga tidur di rumah anaknya namun tak disangka bila sudah tak bernyawa di belakang rumahnya.
” Ya, benar mas diketemukan sekitar pukul 09.30 pagi tadi, karena menurut keterangan saksi pada tanggal 25/12/2018 pelaku di tinggal anaknya ke jogja setelah anaknya pulang tidak didapati pelaku di rumah lalu bersama tetangga mereka mencari namun tidak ketemu diduga pelaku nginap di rumah anaknya, namun ketika ada yang mencari dibelakang rumah ternyata pelaku berada di belakang rumah dalam kondisi meninggal,” terangnya.
Hasil penyelidikan pihak Puskesmas tanjungsari dan Polsek Tanjungsari tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan dan dugaan sementara pelaku nekad mengakhiri hidupnya karena sakit menua,keluarga juga menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut untuk itu pihak polsek langsung menyerahkan jasad Ngatiyem kepada keluarga untuk dimakamkan.
” Hasil penyelidikan dan pemeriksaan team puskesmas Tanjungsari tidak ada tanda – tanda kekerasan sehingga mayatnya langsung di serahkan pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutup Brigka Wawan.(wawan)