Ibu Wid Rela Jadi Tukang Parkir 28 Tahun,Demi 4 Orang Anak – Anaknya.

 

Playen,Suaragunungkidul.com – Perjuangan seorang ibu layak menjadi tauladan bagi anak – anaknya dan wajar ketika Agama Bagitu mengaggungkan seorang Ibu bahkan ada satu kata yang memiliki arti begitu luas ” SUARGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU” memang pengorbanan seorang ibu tak mampu di bayar oleh apapun dari seorang anak,dan doa seorang ibu akan di kabulkan Tuhan, ternyata begitu berat dan besar pengorbanan seorang ibu.
Pengorbanan yang tak ternilai harganya dilalui oleh seorang ibu dari Pedukuhan Ngawu Desa Ngawu Kecamatan Playen demi menghidupi anak – anaknya sejak bercerai dengan suaminya sekitar tahun 1990 Ibu ini membesarkan 4 orang anak seorang diri bahkan dirinya rela menjadi tukang parkir yang menurut penuturanya dulu hasilnya jauh dari cukup bahkan sangat kurang,akan tetapi demi anak – anaknya hidup layak dirinya rela banting tulang peras keringat tanpa kenal lelah dan waktu.
Dialah ibu Wid Janda 4 orang anak yang saat ini usianya sudah 57 tahun dan juga masih tetap menjalani profesinya dengan tekun dan sabar,bahkan masih rela menjadi tukang parkir di Pasar Playen dari pagi sampai sore kadang – kadang bila ramai dirinya rela sampai malam hari,saat berbincang dengan wartawan suaragunungkidul.com mbah wid biasa di panggil oleh para pedagang di pasar playen secara panjang lebar menceritakan jalan hidupnya.
” Saya sudah dari tahun 90 sejak berpisah dengan suami,saya tekuni aktifitas ini karena saya ditinggali 3  orang anak dari mantan suami saya untuk anak yang tetakhir saya coba membina rumah tangga lagi dengan dengan orang Siono dan punya anak satu,namun kembali saya hidup sendiri lagi dengan 4 orang anak yang harus saya tanggung,hinaan serta cemoohan orang sudah menjadi santapan sehari – hari saya namun tetap saya lalui dengan sabar,” ujar ibu Wid.
Kini anak bu wid walau belum semua bekerja tapi semuanya sudah lulus SMA dan masing – masing sudah memiliki usaha sendiri, namun alasan bu Wid belum mau pensiun dari Juru parkir karena anak – anaknya belum semua menikah menurutnya tugas orang tua adalah mendidik,menyekolahkan dan menikahkan kalau itu belum mampu terselesakkan maka belum sempurna dirinya menjadi orang tua.
” Tugas orang tua adalah mendidik,menyekolahkan dan menikahkan,karena anak saya belum semua menikah jadi masih tanggung jawab saya sepenuhnya,” tutup bu Widi.
Dari perjalan ibu wid dapat kita ambil benang merah bahwa hidup dan tanggung jawab seorang ibu jauh lebih berat dari seotang ayah karena seorang ayah belum tentu mampu merawat dab membesarkan seorang anak sendiri sedang seorang ibu bisa menjadi seorang ibu sekaligus seorang bapak yang mampu membawa anak – anaknya hidup layak seperti orang lain.(wawan)