Sarasehan Desa Sadar Kerukunan di Desa Beji, Ngawen Tahun 2018

 

Ngawen, Suaragunungkidul.com-Kerjasama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama DIY dengan FKUB Kabupaten Gunungkidul mengadakan saresehan sadar kerukunan di Balai Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Rabu (26/11). Tujuannyadi agar masyarakat memiliki kesadaran dan guyup rukun dalam semua aktivitas tanpa membedakan antara agama satu dengan yang lain.

H. Iskamto, AR., S.Ag, Ketua FKUB Kabupaten Gunungkidu menyampaikan, kegiatan sarasehan ini dilaksanakan dalan rangka upaya untuk menggalang kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Gunungkidul. Telah dilaksanakan beberapa upaya seperti dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama se-Kabupaten Gunungkidul dan juga para Kepala Desa di 18 Kecamatan seperti Desa Siraman, Genjahan Kecamatan Ponjong, Tanjungsari dan Tepus, dan Patuk.

“Saat ini kegiatan dilaksanakan di Desa Beji dengan harapan desa Beji bisa menjadi percontohan di Kabupaten Gunungkidul sebagai desa sadar kerukunan,” harapnya.

Ditempat yang sama, Dr. Drs. H. Imawan Wahyudi, SH, MH, Wakil Bupati Gunungkidul berharapkan kegiatan ini jangan hanya terkonsentarasi di tingkat Kabupaten saja, namun juga dapat terselenggara di tingkat Kecamatan dan hingga perdesaan.

Lebih lanjut Immawan mengungkapkan, peduli kerukunan dalam aspek keagamaan memiliki nilai ibadah sesuai dengan keyakinann masing-masing sehingga kerukunan perlu kita tegakkan sebagai bentuk mengkonkritkan nilai keyakinan menjadi satu kegiatan sosial.
Selain itu, kerukunan agama telah menjadi suatu Kode etik sosial yang menjadi kebutuhan dan perlu diperkuat.

“Jaga kebersamaan diantara kita dan jangan mudah menyebarkan berita Hoax yang dapat menimbulkan berbagai friksi yang berpotensi memicu Konflik sosial,” pinya Immawan.

Ditambahkan, dalam tahun politik ini, sebagai negara hukum dan demokrasi, bukan tugas partai saja, akan tetapi juga menjadi kewajiban semua.

“Baik organisasi pemerintah maupun instansi vertikal serta jalin terus komunikasi dengan masyarakat dan lintas intansi agar tidak terjadi kontroversi yang berpotensi konflik,” pungkas Immawan.

Hadir dalam kegiatan tersebut,
Kemenag DIY, H.Aidin Johansyah.S.Ag MM,
Kepala Hubungan bagian hukum dan KUB, H.Sholikin Amin MHI
Kabid Bina Ideologi dan Ketahan Nasional Kesbangpol kab. Gunungkidul GK, Drs.Mulat Martono, Camat Ngawen, Slamet Winarno S.Sos MM, Kapolsek Ngawen, Akp Kasewon, Danramil Ngawen, Kapten Inf. Slamet, Kepala KUA Ngawen, Satiyo dan tokoh Lintas Agama dan Tokoh Masyarakat Ngawen.

(Joko)