KLIK Layanan Baru Milik PEKKA Sebagai Alat Untuk Berkomunikasi dan Mencari Solusi.

 

Nglipar, Suaragunungkidul.com-Acara kegiatan festival Klinik Layanan Informasi dan Komunikasi (Klik) oleh Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) dipusatkan di Balai Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Kamis (27/12). Pekka sebuah Sarana Bertukar Pikiran mendiskusikan persoalan yang dihadapi guna mencari alternatif dan jalan keluarnya.

Hal ini disampaikan Mentor Pekka, Sugiyatmi dihadapan Bupati Gunungkidul yang diwakilkan Dra Rumini Hayati, Kabid Perempuan dan Anak DP3AKBPMD Kabupaten Gunungkidul, Perwakilan BPJS, dan unsur dinas terkait serta Camat Nglipar.

Selain itu, Sugiyatmi juga menyampaikan, forum wilayah Serikat Pekka Gunungkidul melaksanakan festival Pekka yang dimulai dari tanggal 26-27 Desember 2018.

Diantaranya sudah digelarnya musyawarah besar Serikat Pekka pertama yang menghasilkan terbentuknya Badan Serikat Pekka.

Baginya, Forum Serikat Pekka merupakan sebuah arena ajang silaturahmi untuk bertemu.

“Berbagi suka duka, saling mengingatkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan meyakini bahwa kita tidak sendiri,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, forum wilayah juga merupakan sebuah ajang untuk berlatih berorganisasi. Dimana bisa mendapatkan kesempatan mulai dari tingkat kelompok sampai tingkat kabupaten, bahkan propinsi.

“Forum wilayah ini diikuti oleh 100 Pekka, dari 7 kecamatan dan 17 desa pemberdayaan Pekka di Kabupaten Gunungkidul yang sudah dimulai sejak tahun 2014,” akhirnya.

Ditempat yang sama Mibnasah Rukamah, S.Ag, fasilitator Lapangan dan Koordinator Program Penguatan Hukum Perempuan menyampaikan, Pekka mengemban amanah untuk berkontribusi dalam upaya membantu pemerintah dalam membangunan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan dan bermartabat melalui gerakan sosial.

Melalui Pekka akan membangun kekuatan politik perempuan agar dapat menjadi mitra pemerintah dam proses demokrasi.

“Kegiatan pekka pemberdayaan keluarga pekka ini dikembangkan beberapa setrategi termasuk penguatan organisasi atau pengembangan Klik Pekka,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos yang diwakili Dra. Rumini Hayati, Kepala Bidang Perempuan dan Anak, DP3AKBPMD Kabupaten Gunungkidul menyampaikan, kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional.

Untuk itu, lanjut dia, Klinik Layanan lnformasi Perempuan mempunyai posisi yang lebih dekat dengan keluarga dan te menggunakan sebagian besar waktunya untuk keluarga, anak dan orang tua. Hal ini sesuai dengan tema Seminar ‘ yaitu ‘Kepemimpinan Perempuan untuk Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial”.

Maka, masih sambung dia, kebutuhan spesifik kaum perempuan akan lebih terdukung apabila perempuan memperoleh akses, dan manfaat dapat berpartisipasi dan melakukan kontrol di segenap aspek. Perempuan memiliki hak asasi yang sama dengan hak asasi manusia.

“0leh karena itu perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabatnya sebagai lbu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera,” terangnya.

Namun demikian kaum perempuan harus tetap memahami akan fitrah dan tanggung jawabnya dalam menjaga diri, keluarga, dan kaumnya secara mandiri.

“Maka dari itu, mari melalui momentum yang baik ini, kita satukan visi dan misi untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan,” tambahnya.

Tantangan kaum perempuan kedepan akan lebih kompleks sehingga menjadi tugas kita bersama.

“Untuk menyiapkan generasi penerus yang dinamis dan bertaqwa,” pungkasnya.

(Joko)