Isu Tsunami dan Gelombang Tinggi Berpengaruh Luar Biasa Pada Pariwisata Gunungkidul.

 

Tanjungsari,Suaragunungkidul.com – Masa libur panjang, Natal dan Tahun baru yang biasanya memacetkan jalur wisata Gunungkidul untuk tahun 2019 sepertinya tidak akan terjadi bahkan beberapa agen bus pariwiata menurut keterangan petugas Retrubusi Tepus malam Slamet banyak yang membatalkan diri untuk berkunjung ke pantai wilayah Gunungkidul, 28/12/2018 saat berbincang dengan wartawan Suaragunungkidul.com.
“Barusan dapat kabar dari agen Bus dari Jakarta sekitar 20 bus memilih membatalkan diri untuk berkunjung ke wilayah Gunungkidul dan memilih ke wilayah lain, karena Agen tidak mau ambil resiko,”jelasnya.
Sampai h -3 tutup tahun kondisi beberapa pantai tampak sepi lengang tak tampak pengunjung berjubel dan antrian panjangpun tak terlihat bahkan boleh dikatakan sepi,Sulistyo petugas Retribusi malam baronpun mengakui bila libur tahun berbeda jauh dengan tahun lalu beberapa pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung di duga karena maraknya isu Tsunami dan gelombang tinggi.
“Pengunjung tahun ini berbeda dengan tahun lalu,bahkan para pedagangpun mengakui bahwa pengunjung turun dratis, hal tersebut kemungkinan di picu oleh isu Tsunami dan gelombang tinggi,” paparnya.
Pantauan dilapangan beberapa titik saat malam hari tampak sepi,berbeda dengan kondisi tahun lalu libur panjang beberapa penginapan sudah banjir orderan untuk menginap bahkan kantong – katong parkir sudah penuh dengan pengunjung,namun kondisi tahun ini berbeda jauh pada hal menurut beberapa warga yang di temui mengatakan bahwa pantai Gunungkidul aman dikunjungi karena dataran tinggi.
” Sebenarnya wilayah Gunungkidul aman karena Gunungkidul termasuk dataran tinggi,” jelas Bardu singkat.( wawan ).