Angka Bunuh Diri Gunungkidul masih Tinggi, Satgas Berani Hidup Merasa Kewalahan Mengatasi.

 

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Angka bunuh diri tahun 2018 masih dibilang tinggi, walaupun ada penurunan dari tahun sebelumnya. Satgas Berani Hidup semenjak dibentuk oleh bupati sudah berupaya maksimal, namun masih kewalahan. Bunuh diri yang menjadi preseden buruk bagi Gunungkidul ini harus tetap dicegah.

Menurut data dari Polres Gunungkidul selama 2017 angka bunuh diri sebanyak 30 kasus. Sementara ditahun 2018 ada penurunan, yaitu sebanyak 27 kasus bunuh diri dan
yang paling banyak meninggal akibat gantung diri.

Namun demikian, angka tersebut masih cukup tinggi dan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah daerah dan semua pihak.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, SH, SIK, menyampaikan, dengan masih tingginya angka bunuh diri di Wilayah Hukum Polres Gunungkidul, ia berharapkan agar Satgas Berani Hidup mampu menekan terjadinya kasus bunuh diri.

Dia mengakui selama ini walaupun sudah dilakukan berbagai upaya oleh Satgas tersebut, namun masih saja terjadi.

“Kondisi geografis di Gunungkidul cukup luas. Jarak atau tempat tinggal antar warga juga berjauhan. Padahal untuk mencegah kasus bunuh diri diperlukan keterlibatan atau kepedulian lingkungan,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Aula Mapolres, Jumat sore (28/12)

Pada 2019 mendatang, dia berharap satgas yang sudah dibentuk Bupati Gunungkidul ini akan mampu dan semakin meningkat dalam upaya pencegahan bunuh diri.

Pihak kepolisian melalui Babinkamtimbas juga melakukan sosialisasi ke masyarakat. Agar upaya penanggulangan bunuh diri dapat berjalan maksimal.

“Memang untuk mengatasi kasus tersebut diperlukan koordinasi dan sinergi semua pihak, tidak hanya kepolisian tetapi juga pemkab, instansi terkait dan masyarakat,” pungkasnya.

(Joko)

Open this in UX Builder to add and edit content