Kapolres Akui Sepanjang Tahun 2018 Laka Lantas Meningkat dan Pelanggar Lalin Melambung.

 

Wonosari, Suaragunungkidul.com – Angka kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Gunungkidul sepanjang tahun 2018 meningkat atau naik 5,95% dibanding tahun 2017. Sementara pelanggaran lalu lintas (lantas) melambung atau meningkat hampir 1.714% dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Kopolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, SH,SIK saat jumpa pers akhir tahun di Mapolres Gunungkidul, Jumat sore (28/12).

Berdasarkan data yang dimilikinya, angka laka lantas pada tahun 2017 sebanyak 453 kejadian, sementara di sepanjang tahun 2018 terdapat 480 kejadian.

“Atau meningkat 5,96% dibanding tahun 2017,” ungkapnya.

Sedangkan jumlah korban, lanjut dia, tahun 2017 meninggal (MD) 79 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 549 orang. Di tahun 2018 jumlah MD 88 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 555 orang.

Kemudian, masih lanjut Kapolres, data pelanggan lalu litas di tahun 2017, jumlah pelanggar tilang 1.101 orang, teguran 13.514 dan denda tilang berjumlah Rp.747.000,00
Sementara sepanjang tahun 2018 jumlah pelanggar yang ditilang naik menjadi 19.969 pelanggar, teguran turun dari tahun sebelumnya yaitu 9.778 orang.

“Jumlah denda tilang naik 164% atau kalau dirupiahkan sebesar Rp.1.225.495.000,00,” jelasnya.

Sementara penyebab naiknya jumlah pelanggaran yang sangat tajam, menurut Kasat Lantas, Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko, lantaran semakin aktifnya petugas kepolisian dalam menjalankan penindakan.

“Ya karena anggota yang dilapangan selalu aktif,” ucapnya.

Ditempat berbeda, terkait dengan angka kasus kecelaaan yang semakin tinggi disetiap tahun, Kanit Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Soni Yuniawan menjelaskan, kecelakaan lalu lintas sendiri kebanyakan disebabkan oleh kelalaian manusia (Human Error).

Di samping itu, tambahnya, beberapa kecelakaan terjadi akibat kondisi geografis serta tingkat kelayakan kendaraan.

“Banyak yang disebabkan kelalaian manusia seperti melewati batas kecepatan yang ditentukan, tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan tidak menggunakan helm,” pungkasnya.

(Joko)