Libur Tahun Baru Pengunjung Wisata Merosot, Pemerintah Gunungkidul  Harus Mau Koreksi Diri.

 

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Merosotnya pengunjung di liburan tahun baru 2019 ternyata tidak hanya di sepanjang pesisir pantai saja. Namun dibeberapa tempat wisata yang berada di Gunungkidul sepi pengunjung. Alhasil target 344.000 pengunjung di akhir tahun ini jauh dari harapan.

Tempat-tempat wisata yang biasanya membludak sampai macet, kini sepi hanya seperti hari-hari biasanya. Wisata pantai sepi pengunjung mungkin ada alasannya. Terlebih dengan adanya peringatan potensi gelombang tinggi di perairan selatan Yogyakarta dan Samudera Hindia selatan Yogyakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain itu bencana tsunami Banten dan Lampung belum lama ini juga sangat berpengaruh besar, sebingga membuat para wisatawan mau berkunjung ke pantai harus berfikir dua kali.

Namun ternyata, tidak hanya pantai yang sepi, wisata alam lainya juga menjadi sepi, hanya seperti hari-hari biasanya.

“Ada peningkatan sedikit dibanding hari-hari biasa, tetapi kalau dibandingkan dengan tahun baru tahun lalu jauh sekali penurunannya, bahkan sampai 50%,” ungkap pengurus Panca Wisata, Goa Pindul, Selasa (01/01/2019).

Menurutnya di tahun yang lalu (Tahun baru 2018) ditempatnya ngantri-ngantri melayani pengunjung.

“Yang jelas waktu itu sampai kewalahan, karena banyaknya pengunjung,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Subagya, Ketua Pokdarwis Dewa Bejo. Dia mengakui dibanding tahun baru 2018 penurunan jumlah wisatawan antara 50% sampai 60%.

“Sekarang sepi, hanya seperti hari biasa,” ucapnya.

Dari pantauan di TPR 1, mau masuk Goa Pindul, terlihat hanya satu dua bus luar kota yang kadang melintas.

“Saat ini memang jauh sekali dibanding tahun sebelumnya, dulu satu pintu saja bisa menghasilkan Rp. 12 juta sampai 18 juta perhari, saat ini hanya kisaran Rp 3 juta sampai Rp. 7 juta,” keluh Rudi Susanto, petugas TPR pintu 1 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

Bahkan, tambahnya, pada bulan September sampai November 2018 pernah hanya menghasilkan Rp 200 ribu hingga Rp.300 ribu.

Selain Goa Pindul, yang sepi pengunjung juga Destinasi Wisata Gunung Api Purba, Nglanggeran, Patuk. Ditempat ini walaupun tidak se drastis di Goa Pindul penurunan jumlah wisatawannya, namun tetap saja berkurang dibanding tahun lalu.

“Memang ada penurunan, namun tidak drastis anjloknya,” ucap Heru Purwanto,pengurus Pokdaris Gunung Api Purba.

Target Dispar 344.000 wisatawan mustahil terlampaui, masih jauh dari harapan. Padahal sebelum hari terakhir libur panjang, jumlah kunjungan baru mencapai sekitar 176.000-an.

(Joko)