Sebelum Melakukan Gantung Diri,Parto Dikromo Menulis Surat Wasiat Untuk Anaknya.

 

Wonosari, Suaragunungkidul.com-
Parto Dikrimo (67) warga RT 24/10, Padukuhan Karangduwet II, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari sebelum meninggal dengan cara gantung diri meninggalkan beberapa wasiat yang ditulis tangan dalam selembar kertas.

Informasi yang berhasil dihimpun, setelah pihak yang berwajib melakukan pengechekan kondisi tubuh korban, polisi menemukan surat wasiat disaku baju yang dipakainya.

Oleh pihak kepolisian surat wasiat yang ditemukan langsung diberikan kepada pihak keluarganya.

“Surat wasiat yang tertulis tangan tersebut ditemukan oleh anggota kami dan tim medis saat melakukan pemeriksaan, dan langsung diberikan kepada pihak keluarga,” ujar Kapolsek Wonosari, Kompol Sutama.

Inti daripada surat wasiat tersebut, Almarhum Parto Dikromo minta didoakan dari sanak keluarganya. Alasan Parto Dikromo nekat melakukan gantung diri lantaran sudah tidak kuat lagi menahan beban dan rasa sakit yang ia derita selama beberapa tahun.
Parto Dikromo minta kepada Anjar Wahyudi sebagai anak tunggalnya untuk menjaga keluarganya terutama anak dan istrinya dengan baik.

Selain itu, masalah hewan ternak, aset kayu jati, hingga uang yang ia simpan di bawah bantal di mana seringkali Parto tidur juga dituliskan di surat tersebut.

Seperti diketahui, Parto Dikromo telah lama mengindap penyakit prostat. Menurut keluarga, Almarhum sudah 2 kali melakukan operasi prostat namun tidak kunjung sembuh, malah sering kambuh. Pada Senin (07/01) pagi, rencananya Almarhum Parto Dikromo akan melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit Sardjito, namun justru ia mengambil jalan pintas dengan melakukan gantung diri.

(Joko)

Open this in UX Builder to add and edit content