Slamet, SPd., MM Menyayangkan Rektor UGM Tidak Memenuhi Panggilan Umbudsman.

Wonosari,Suaragunungkidul.com – Ketidak hadiran Rektor UGM Panut Mulyono memenuhi panggilan Ombudsman Republik Indonesia ( ORI ) dengan berbagai alasan disayangkan sejumlah pihak. Termasuk Anggota Komisi A DPRD DIY Slamet,SPd,MM,Slamet menyesalkan alasan Rektor tidak bersedia datang ke kantor ORI perwakilan DIY lebih kepada alasan kesibukan.

“Tidak seharusnya Rektor bersikap seperti itu,Rektor seharusnya bisa jadi tauladan,” sesanya saat di hubungi melalui jaringan telpon 08/01/2019.
Slamet juga mencontohkan dengan sikap Gubernur DIY Sultan Hamengko Buwono X,13 tahun yang lalu menunjukan keteladanan dengan memenuhi keteladanan dengan memenuhi panggilan Umbudsman peristiwanya terjadi sekitar 12 Januari 2016 silam.
Kala itu HB X diperiksa Lembaga Ombudsman Daerah ( LOD ) DIY terkait program pembangunan telepon tanpa kabel berbasis tehnologi Code Devitision Multi Acces ( CDMA ) senilai 17 miliar.
“Gubernur juga sibuk,apalagi Gubernur juga seorang tokoh nasional buktinya beliau bersedia hadir memenuhi panggilan LOD,” cerita Slamet.
Pada hal jika dicermati LOD
yang memeriksa HB X lembaga yang di bentuk Gubernur dengan SK Gubernur No. 134 Tahun 2004 tentang pembentukan Organisasi Ombudsman Daerah di Provinsi DIY.
” Seharusnya Rektor UGM bisa meniru HB X, karena saat itu Gubernur DIY adalah orang yang bertama di Indonesia yang punya inisiatif membentuk Ombudsman. Bahkan lahirnya LOD DIY mendahului pembentukan ORI yang baru lahir 4 tahun kemudian,” tambahnya.
Slamet berharap mekanisme panggilan paksa dengan meminta bantuan kepolisian tidak perlu terjadi,Sebab itu berpotensi mengu dang kegaduhan disamping itu menjadi preseden buruk,karena itu Slamet mewanti – wanti agar rektor UGM bersedia datang ke kantor ORI guna memberikan penjelasan.
“Keterangan Rektor akan membuat terang masalah dan tidak berlarut – larut, Ori juga tidak perlu mengeluarkan surat panggilan kedua dan ketiga apalagi sampai memanggil paksa dengan meminta bantuan Kepolisian,” pungkasnya.
Slamet menyikapi pemanggilan Rektor UGM oleh Umbusman terkait permintaan penjelasan kasus pelecehan seksual terhadap maha siswi UGM saat mengikuti KKN di Pulau Seram Maluku pada 2017 silam.(wawan)