Melalui Vidio Conference Kapolres Menyaksikan Penandatangan Nota Kesepahaman Kemensos dan Polri.

 

Wonosari, Suaragunungkidul.com-Kementrian Sosial dan Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman dalam pelaksanaan bantuan sosial di Mabes Polri, sementara tingkat Polda dan Polres mengikuti lewat vidio conference, di Polres Gunungkidul bertempat di ruang vidio Confrrence, Jum’at (11/01/2019)

Menteri sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasamita menyampaikan,
dana bantuan sosial mengalami kenaikan dari 39 Trilliun ditahun 2018 ke 54 Trilliun di tahun 2019 atau meningkat sebesar 38 persen.

“Sehingga diperlukan kerjasama dengan instansi lain guna mengawasi pelaksanaan penggunaan anggaran,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady, S.H.,S.I.K., M.H, usai mengikuti vidio conference menyampaikan bahwa program bantuan tunai sudah berjalan, menjelang pelaksanaan pesta demokrasi agar Polres dan Dinas Sosial tetap solid agar tidak timbul kericuhan, kecurigaan maupun keributan di masyarakat dalam pelaksanaan program bantuan sosial.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Dra Siwi Iriyanti M.Si menjelaskan, terdapat dua program dengan dana terbesar yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sementara untuk tanggap bencana berupa Kamus Siaga Bencana (KSB) telah ada personel Kagana sebanyak 300 orang tersebar di 18 kecamatan dengan posko di Universitas Gunung Kidul (UGK).

“Dengan Nota Kesepahaman telah terjalin dasar sinergitas yang nantinya ditindaklanjuti oleh Polres Gunungkidul dan oleh Dinas Sosial Pemerintah kabupaten Gunungkidul,” pungkas Siwi.

Turut hadir dalam vidio conference, mengikuti jalannya Nota Kesepahanan antara Mensos dan Kapolri selain Kapolres Gunungkidul juga pejabat utama Polres Gunungkidul, Ir. Drajad Ruswandono, MT dan Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Dra. Siwi Iriyanti, M.Si.

(Joko)