Peresmian Ruas Jalan dan Jembatan PLASARI Oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wonosari,Suaragunungkidul.com  – Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting untuk mempercepat proses pembangunan. Infrastruktur juga memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.
Jalan dan Jembatan adalah infrastruktur strategis yang mempermudah mobilisasi dan aksesibilitas masyarakat terhadap pusat pertumbuhan perekonomian maupun pelayanan publik. Selain itu, jalan dan jembatan akan mengurai jalur-jalur padat lalu lintas serta  membuka isolasi wilayah-wilayah yang selama ini memiliki potensi, namun  belum optimal pengembangannya karena keterbatasan infrastruktur fisik.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DIY saat  meresmikan Ruas Jalan Ngalang-Nguwot-Gading dan jembatan “PLASARI” di Perbatasan Kecamatan Gedangsari dengan Kecamatan Playen,Kamis (10/01). Realisasi pembangunan jalan dan jembatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur yang diharapkan dapat meningkatkan laju perekonomian masyarakat.
Disela sambutannya Gubernur DIY berpesan agar kepariwisataan Gunungkidul  terus berbenah, “Penataan pantai pantai harus dilakukan, dan juga menambah fasilitas umum berupa penerangan jalan, untuk lebih memberikan kenyamanan kepada  para wisatawan”, kata Raja Jogja ini.

Ruas jalan dan jembatan Ngalang-Nguwot-Gading merupakan jalur alternatif untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di jalur utama Jogja-Wonosari yang terletak diperbatasan di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul. Sebagai pengembangan jaringan jalan baru Prambanan-Gayamharjo-Tawang-Ngalang-Gading, sehingga mempermudah akses dan meningkatkan kunjungan ke obyek wisata yang ada di Gunungkidul.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (PUESDM ) DIY Ir. Hananto Hadipurnomo, MSc, mengatakan infrastruktur jalan dan jembatan ini dibangun untuk mewujudkan jalan alternatif dan menambah akses jalan dari Yogyakarta ke Gunungkidul, pada sisi utara jalan nasional dengan menggunakan trase Prambanan-Gayamharjo-talang-Nguwot- Wonosari dengan panjang 28 Kilometer lebar jalan 7,5 meter dan menelan biaya sebesar 81,45 Milyar rupiah.
Sebagai bentuk kerjasama antar daerah, untuk meningkatkan potensi pariwisata di kawasan Sleman dan Gunungkidul, tahun lalu Pemprov DI Yogyakarta juga telah membangun jalan dan jembatan antara kedua kabupaten. Pembangunan Jembatan Gembyong atau jembatan Sembada Handayani, Desa Ngoro-Oro, Patuk.
Tak lupa Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Gubernur dan jajaran Pemerintah
Daerah DIY atas selesainya pembangunan Jalan dan Jembatan Ruas Jalan Ngalang-Nguwot-Gading di Perbatasan Kecamatan Gedangsari dengan Kecamatan Playen. “Kami masih berharap dukungan Pemda DIY dalam melanjutkan upaya meningkatkan aksesibilitas antar wilayah di Kabupaten Gunungkidul”, harapnya.
Secara khusus, bagi Kabupaten Gunungkidul, keberadaan jalan dan jembatan yang representatif akan semakin meningatkan aksesibilitas terhadap jalur-jalur obyek wisata sebagai bagian penting penggerak pembangunan.(ted/tim_IKP)