Pelaporan Kades Jatiayu ke Polres Gunungkidul Dicabut, Namun Buntutnya masih Panjang

Wonosari, Suaragunungkidul.com– Perkara perusakan kursi yang diduga dilakukan Kepala Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Giyono yang dilaporkan ke Polres Gunungkidul, Senin (14/01) akhirnya kemarin Rabu (16/01) dicabut oleh pelapornya, yaitu Ketua RT 01, Dusun Sawahan 13, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Sulardiono. Dicabutnya perkara ini bukanlah menghentikan masalahnya, ternyata masih berbuntut panjang. Giyono selain dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga di laporkan ke Bupati Gunungkidul, terkait masalah etika dan moral.

Purwanto, ST., Caleg DPRD Provinsi DIY yang saat itu mendampingi warga di Polres Gunungkidul membenarkan adanya pencabutan perkara pengrusakan.

Bisa saja dicabut, namun, menurutnya, bukan berarti pencabutan itu terus menghentikan proses penyelidikan, karena masuknya ke Pidana Umum (Pidum) dan bukan merupakan delik aduan.

“Pencabutan tidak membatalkan proses penyelidikan, karena bukan delik aduan, proses penyidikan tetap berjalan,” ujarnya, Jumat (18/01).

Karena, sambungnya, bisa saja mencabut itu karena ada tekanan, intimidasi, kasus politik, bisa karena keluarga, diiming-imingi dan sebagainya.

“Pencabutan itu hanya meringankan, saya yakin
polisi tetap akan memproses, karena mencabut tidak menghapus perkara atau menghapus kasus hukumnya,” kata Ketua Komisi C, DPRD Kabupaten Gunungkidul ini.

Dia yakin, semua saksi, korban, pelaku tetap akan diperiksa. Dari sisi hukum, harus ada proses penyelidikan sampai gelar perkara, baru diputuskan bersalah atau tidak.

“Kalau setiap pelaporan dicabut langsung semua dihentikan, nanti banyak masyarakat melaporkan kasus kemudian dicabut lagi. Sepertinya hukum hanya untuk main-main,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Rico Sanjaya berpendapat, karena ada pencabutan perkara, pihaknya menerima dan untuk selanjutnya akan dituangkan dan dilengkapi penyelidikanya.

“Pelapornya menginginkan kasus ini selesai, ya, media untuk penyelesaiannya kita fasilitasi, karena saat ini ada media penyelesaian perkara,” jelas Rico, Jumat (17/01).

Rico menambahkan, dari barang bukti 2 buah kursi, kasus ini termasuk pengrusakan ringan, jika diteruskan pelaku terancam pasal 407 KUHP.

Walaupun kasus perkara di Polres Gunungkidul dicabut, namun nampaknya kasus Kades Jatiayu masih berbuntut panjang. Selain kemarin, Rabu (16/01) ke Bawaslu oleh Purwanto, ST, Kamis (17/01) Giyono kembali dilaporkan warganya ke Bupati Gunungkidul, terkait etika dan moral.

Surat aduan dengan pelapor Ajum Musaffa, warga Padukuhan Pengkol 3, Desa Jatiayu itu sudah dilayangkan kepada Bupati Gunungkidul.

Ajum melaporkan Giyono karena dianggap telah melanggar sumpah dan janji sebagai kepala desa. Jiwa kepemimpinannya telah diciderai dengan sikap tak terpuji merusak aset milik Padukuhan Sawahan 13.

Ajum meminta Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah S.Sos memberi tindakan tegas Kades Giyono sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain kepada Bupati, surat juga dikirmkan kepada Komis A DPRD Gunungkidul, DP3AKBPMD, Inspektorat, Camat Karangmojo, serta BPD Desa Jatiayu.

(Joko)

Open this in UX Builder to add and edit content